HUT ke-81, Kepercayaan Rakyat Dinilai Jadi Modal Penting Bagi TNI
- 05 Okt 2026 10:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Prof. Muradi, menilai TNI masih menjadi lembaga publik dengan tingkat kepercayaan tertinggi berdasarkan sejumlah survei.
- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) memperkuat kepercayaan masyarakat melalui pembangunan fasilitas umum, seperti tandon air dan saluran irigasi, sekaligus mempererat hubungan TNI dengan rakyat.
- Perubahan pola peperangan menuntut TNI meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman modern yang tidak hanya menyasar wilayah fisik, tetapi juga pikiran masyarakat dan berpotensi memicu perpecahan bangsa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Prof. Muradi, menilai TNI masih mendapat kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sejumlah survei menempatkan TNI sebagai lembaga publik dengan tingkat kepercayaan tertinggi di mata masyarakat Indonesia. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan hubungan emosional antara TNI dan rakyat tetap terjaga hingga memasuki usia ke-81 tahun.
"Kepercayaan masyarakat itu sudah terjawab melalui berbagai survei yang menempatkan TNI pada peringkat pertama. Artinya, sampai usia ke-81 tahun, TNI masih dipercaya rakyat," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia menilai kepercayaan publik tersebut harus dijaga melalui peningkatan profesionalisme dan kedekatan prajurit dengan masyarakat. Tema HUT TNI tahun ini, TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, mencerminkan pentingnya hubungan tersebut.
Menurutnya, berbagai program kemanunggalan TNI dengan rakyat telah memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), misalnya, membantu pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Program TMMD sangat dirasakan masyarakat, mulai dari pembuatan tandon air hingga pembangunan saluran irigasi. Hal-hal seperti itu membuat rakyat semakin percaya kepada TNI," kata Muradi.
Selain kedekatan dengan masyarakat, ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sektor pertahanan melalui peningkatan alokasi anggaran. Menurutnya, dukungan anggaran tersebut menunjukkan komitmen negara dalam memperkuat ketahanan nasional menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Ia menjelaskan, perkembangan geopolitik global dan kawasan menuntut TNI meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Perubahan karakter peperangan juga mengharuskan pertahanan negara beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta pola serangan modern.
"Perang hari ini tidak lagi ditentukan di perbatasan antarnegara. Serangan sudah masuk ke rumah-rumah masyarakat dan bahkan menyasar pikiran rakyat," ucap Muradi.
Ia mengingatkan ancaman modern tidak hanya menyasar wilayah fisik, tetapi juga berupaya memengaruhi pola pikir masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan jarak antara rakyat dan TNI, sekaligus memicu perpecahan yang dapat melemahkan persatuan bangsa.
Karena itu, TNI perlu memperkuat profesionalisme sekaligus menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat untuk menghadapi ancaman tersebut. Kepercayaan publik yang telah terbangun harus menjadi fondasi dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....