Presiden Prabowo Tekankan Bakom Bangun Komunikasi yang Sederhana kepada Rakyat

  • 04 Okt 2026 23:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menginginkan Bakom membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, dan bahasa yang sederhana
  • Kepala Negara ingatkan agar Bakom mendengarkan dan menerima masukan, kritikan dari masyarakat
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono dilantik pada Jumat 2 Oktober 2026

RRI.CO.ID, Bogor- Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono. Keduanya menghadap Presiden Prabowo di kediaman pribadi Kepala Negara di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 4 Oktober 2026.

Pada pertemuan tersebut, Kepala Negara mengenakan kemeja safari berwarna cokelat memberikan arahan kepada Syahganad dan Fadli. Presiden Prabowo berdiskusi mengenai penguatan peran Bakom dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat.

Seskab Teddy mengatakan Presiden Prabowo ingin agar Bakom membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Presiden Prabowo menekankan agar komunikasi pemerintah dengan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami masyarakat.

“Sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Presiden menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, seperti dalam unggahan di medsos Sekretariat Kabinet, Minggu, 4 Oktober 2026.

Seskab Teddy menjelaskan Presiden Prabowo menginginkan agar Bakom tidak hanya sekedar menyampaikan kepada masyarakat mengenai yang dikerjakan pemerintah. Namun menjelaskan alasan dibalik kebijakan yang diambil pemerintah.

“Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan,” katanya. Lebih lanjut Seskab Teddy mengatakan Presiden Prabowo juga mengingatkan agar Bakom mendengarkan masukan, menerima keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Kepala Negara.

“Presiden juga mengingatkan agar Badan Komunikasi Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden,” ujar Seskab.

Ia menjelaskan pertemuan Presiden Prabowo dan pimpinan Bakom, dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis, dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat. Diharapkan, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden Prabowo dapat dipahami secara utuh, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat diterima pemerintah.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo mengambil sumpah dan melantik Syahganda sebagai Kepala Bakom menggantikan Qodari di Istana Negara, Jumat, 2 Oktober 2026. Presiden Prabowo juga melantik Fadli sebagai Wakil Kepala Bakom.

Syahganda mengatakan wakilnya akan memiliki peran yang lebih banyak untuk mendorong komunikasi yang lebih efektif kepada masyarakat. Syahganda mengaku mengenal dengan baik sosok Fadli ketika kuliah di ITB.

“Saya akan bersandar banyak kepada beliau ke depan, karena in ikan junior saya di TB dan kita sudah saling mengenal lama. Jadi, saya akan sangat memercayai wakil saya untuk mengambil porsi yang sangat besar,” kata Syahganda kepada wartawan di Istana Negara, Jumat, 2 Oktober 2026.

Syahganda juga menyampaikan pesan Kepala Negara agar komunikasi kepada masyarakat menjadi alat persatuan nasional. “Kalau arahan Presiden yang disampaikan beliau itu adalah kepada saya itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....