Produksi Padi Naik, Stok Beras Tetap Melimpah
- 04 Okt 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Produksi padi Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG, naik 0,07 persen
- Produksi beras untuk konsumsi mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen
- Luas panen padi mencapai 8,32 juta hektare, naik 0,11 persen
- Pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang sekitar 1.500 ton per hari
- Pedagang memastikan pasokan beras tetap tersedia dan berasal dari sejumlah sentra produksi
RRI.CO.ID, Jakarta - Produksi padi nasional yang tumbuh hingga Agustus 2026 turut menopang ketersediaan beras di tingkat perdagangan. Stok beras dalam jumlah besar terpantau di Pasar Induk Beras Cipinang dan Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada Januari-Agustus 2026 juga mencapai 25,29 juta ton. Angka tersebut meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi luas panen, BPS mencatat padi Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare. Luas panen tersebut meningkat 0,11 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan, ketersediaan beras perlu dipastikan hingga tingkat masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat 2 Oktober 2026.
“Kami hadir di sini untuk memastikan stok beras cukup, ada, aman. Harganya juga stabil serta terjaga untuk masyarakat,” ujar Titiek.
Ketersediaan beras tersebut terlihat langsung di tingkat pedagang Pasar Induk Beras Cipinang. Anto, pemilik Toko Beras Idolaku, mengatakan pasokan beras masih melimpah dan berasal dari sejumlah sentra produksi di Pulau Jawa.
“Kalau ini dari Indramayu, ada dari yang panen saja. Tapi untuk hampir dua tahun ini beras dari Jawa saja,” katanya.
Menurut Anto, pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang juga dapat berasal dari luar Jawa ketika daerah tersebut memasuki masa panen. Beras dari Sulawesi juga dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan perdagangan di pasar induk.
| Baca juga: Mentan: Bea Cukai Lindungi 115 Juta Petani |
Kondisi pasokan di Pasar Induk Beras Cipinang sejalan dengan pemantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pada September 2026, Bapanas mencatat pasokan beras yang masuk ke pasar induk tersebut sekitar 1.500 ton per hari.
Sementara itu, ketersediaan beras juga terpantau di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kepala Pasar Leuwiliang Mulyadi mengatakan beras medium dan premium tersedia dengan pasokan dari distributor serta pedagang yang tetap mengalir.
“Tidak ada kekurangan. Apalagi kelangkaan seperti yang banyak dibicarakan masyarakat,” kata Mulyadi.
Mulyadi mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di Pasar Leuwiliang. Distribusi dari distributor hingga pedagang berjalan normal sehingga masyarakat masih dapat memperoleh beras sesuai kebutuhan.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa di Leuwiliang, beras tersedia dan masyarakat masih dapat memperoleh beras sesuai kebutuhannya,” ucapnya.
Produksi padi yang tetap tumbuh hingga Agustus turut mendukung ketersediaan beras di tingkat perdagangan. Pasokan dari berbagai sentra produksi juga terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....