Aktivitas Warga kembali Normal usai gempa di Sumba Barat Daya

  • 04 Okt 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi terjadi di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Gempa bumi tidak berpotensi stunami
  • masyarakat diminta tetap tenang

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas warga di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali normal pasca gempa M6,1 yang terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026. BMKG menyebut gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.

“Kegiatan masyarakat berangsur normal. Gempa susulan tidak semua merasakan, setelah gempat utama 6,1 terjadi, ada gempa susulan dua kali,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) Stefanus Malo dalam perbincangan bersama RRI, Minggu, 4 Oktober 2026.

Stefanus mengatakan ada kepanikan dari warga saat gempa terjadi pada Minggu pagi. Warga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri menuju ke lokasi yang lebih aman.

Akibat kepanikan tersebut, satu warga mengalami luka ringan kemudian 27 unit rumah warga mengalami rusak ringan. Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum seperti rumah sakit, Puskesmas dan gedung sekolah.

“Satu orang luka ringan karena kaget, menyelamatkan diri menghindari reruntuhkan lalu terantuk dan jatuh. Sebanyak 27 rumah masyarakat rusak ringan dan sembilan fasilitas umum rusak ringan,” katanya.

Ia meminta warga tetap tenang, tidak panik namun tetap waspada. Stefenus juga meminta warga untuk menjauhi pantai demi keselamatan nyawa.

Seperti diketahui, gempa mengguncang pada pukul 06.55WITA, dengan pusat gempa berlokasi di laut 59 km barat daya Kodi. Gempa bumi tidak berpotensi terjadi tsunami.

BMKG mencatat hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 62 aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ) dengan rentang kekuatan M1,5 – M4,3. Puluhan gempa tersebut terjadi hingga pukul 09.52WITA.

BMKG menyebut hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault) . BMKG mengimbau masyrakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Imbauan juga untuk nenghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....