Kerugian Capai Rp40 Miliar imbas Penutupan Bandara Soetta saat Erupsi Krakatau

  • 04 Okt 2026 08:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara selama dua hari akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
  • Kerugian operasional bandara dari penutupan diperkirakan mencapai Rp40 miliar berdasarkan dampak ekonomi selama masa penutupan.
  • Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia Agus Haryadi menegaskan bahwa pihak bandara lebih mengutamakan keselamatan penerbangan daripada menghitung kerugian finansial.

RRI.CO.ID, Jakarta - Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp40 miliar. Kerugian tersebut merupakan perkiraan dampak penutupan operasional bandara selama dua hari.

"Kalau ngomong rugi, banyak ruginya. Rp 40 miliar ada kali dalam dua hari itu. Nah, tapi tentu kami tidak memikirkan itu," kata Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia Agus Haryadi dalam keterangannya di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 2 Oktober 2026.

Agus mengatakan penutupan bandara merupakan keputusan yang harus diambil karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Hasil pemeriksaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebaran abu vulkanik cukup tebal.

"Bapak dan Ibu, tentu penutupan ini bukan opsi, memang harus dilakukan. Tentu alasan pertamanya adalah alasan keselamatan, karena ini nyawa orang yang kita handle," ujar Agus.

Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta ditutup total pada 6 September 2026 akibat dampak sebaran abu vulkanik. Penutupan tersebut menjadi yang pertama sejak ia mulai bekerja di Bandara Soekarno-Hatta pada 1992.

"Sepanjang yang saya tahu, saya bekerja di Soekarno-Hatta dari tahun 1992, artinya sudah 35 tahun. Ini belum pernah mengalami penutupan bandara secara total," kata Agus.

"COVID-19 pun tidak tutup, status bandara itu open. Kalau ini kemarin itu benar-benar close," ucapnya, menambahkan.

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan berdampak terhadap sekitar 130.000 penumpang. Jika digabungkan dengan penutupan sejumlah bandara lain, jumlah penumpang yang terdampak mencapai lebih dari 200.000 orang.

Bandara lain yang turut terdampak antara lain Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Tanjung Karang, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung. "Penumpangnya mungkin yang terdampak ini sudah lebih dari 200 ribu," kata Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....