Menteri Ara Gandeng Himperra Percepat Program 3 Juta Rumah
- 02 Okt 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Maruarar menggandeng Himperra mempercepat Program 3 Juta Rumah dengan memastikan kualitas dan kelayakan hunian.
- Himperra menargetkan pembangunan 47.000 rumah subsidi melalui FLPP dan telah merealisasikan lebih dari 22.000 unit.
- Himperra mengusulkan penyelesaian hambatan SLIK OJK, penyediaan lahan, perizinan, serta insentif PBG dan BPHTB.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri PKP Maruarar Sirait menggandeng Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah. Kolaborasi tersebut difokuskan untuk mengatasi berbagai kendala pembangunan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh hunian berkualitas dan layak huni.
Maruarar mengapresiasi kontribusi Himperra dalam mendukung program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ia menyebut, dari target pembangunan 47.000 unit rumah, Himperra telah merealisasikan lebih dari 22.000 unit.
“Saya berterima kasih atas dukungan Himperra dalam pencapaian program rumah subsidi FLPP. Himperra dapat melihat bagaimana manfaat yang diberikan untuk dunia usaha, negara, dan rakyat,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang akrab disapa Ara tersebut dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Oktober 2026.
Ara menegaskan, percepatan Program 3 Juta Rumah harus diiringi komitmen menjaga kualitas konstruksi dan kelayakan hunian. Ia meminta pengembang memenuhi spesifikasi bangunan agar rumah yang dibangun aman, nyaman, serta layak ditempati masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program perumahan tidak hanya diukur berdasarkan jumlah unit yang berhasil dibangun. Ia menekankan penggunaan dana subsidi negara juga harus memberikan manfaat nyata melalui kualitas bangunan dan kepuasan masyarakat penerima.
“Kita ingin masyarakat mendapatkan rumah yang berkualitas dan layak huni. Jangan sampai masyarakat kecewa karena kualitas bangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan,” katanya.
Ia juga mendorong Himperra menghadirkan terobosan dan kreativitas baru dalam pembangunan perumahan. Namun, pengembang tetap diminta mematuhi regulasi serta menjaga standar kualitas bangunan yang telah ditetapkan.
Maruarar berharap Himperra melahirkan pengusaha perumahan berintegritas, berkarakter kuat, serta mampu menjalankan strategi bisnis berkelanjutan. Menurutnya, pengembang tidak hanya perlu berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuannya, Himperra turut menyampaikan sejumlah usulan untuk mengatasi hambatan pembangunan perumahan. Usulan tersebut mencakup persoalan SLIK OJK, penyediaan lahan, serta proses perizinan yang perlu dikoordinasikan bersama.
Selain koordinasi tingkat pusat, Himperra berkomitmen memperkuat sinergi melalui jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) di berbagai wilayah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah diarahkan untuk mendukung percepatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan penerapan insentif BPHTB.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan administratif sekaligus mempercepat pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat. Penerapan insentif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tetap disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah dan ketentuan yang berlaku.
Ketua Umum DPP Himperra, Ari Tri Priyono, mengapresiasi atas kepemimpinan Maruarar dalam mendorong perkembangan sektor perumahan nasional. Ia menilai perkembangan sektor perumahan dalam dua tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang dirasakan pelaku industri.
“Pak Ara adalah guru saya dalam menyikapi kehidupan. Kami semua jadi saksi bahwa dua tahun ini perumahan di Indonesia melaju dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....