PBNU Tekankan Peran Santri dalam Menjaga Keutuhan Negeri
- 02 Okt 2026 16:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif mengatakan santri memiliki tanggung jawab kebangsaan dalam merawat persaudaraan dan keutuhan Indonesia
- Santri diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi turut menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat, bangsa, dan negara
- Pesantren mengajarkan pentingnya menjaga agama sekaligus merawat persaudaraan dan keutuhan bangsa Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menekankan peran santri dalam menjaga persatuan, kebinekaan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan tersebut menjadi bagian dari tema Hari Santri 2026, “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Sekretaris Jenderal PBNU Gus Gudfan Arif mengatakan santri memiliki tanggung jawab kebangsaan dalam merawat persaudaraan dan keutuhan Indonesia. Menurutnya, tanggung jawab tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang kaum santri sejak perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
“Cinta kepada tradisi dan cinta kepada negeri tidak pernah berseberangan. Pesantren mengajarkan pentingnya menjaga agama sekaligus merawat persaudaraan dan keutuhan bangsa Indonesia," kata Gus Gudfan dalam keterangan pers tertulis, Jumat, 2 Oktober 2026.
Gus Gudfan mengatakan santri perlu mengikuti perkembangan zaman dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan.
Namun, kemajuan tersebut tetap perlu disertai penguatan tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, serta nilai para masyayikh.
“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar.. Akar tersebut merupakan tradisi keilmuan pesantren yang menjadi bekal santri menghadapi berbagai tantangan baru," ujarnya.
Menurut Gus Gudfan, tradisi yang kuat dapat menjadi landasan bagi santri untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat. Santri diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi turut menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat, bangsa, dan negara.
“Semakin kuat akarnya, semakin luas pula pengabdiannya. Pengabdian santri perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial, persaudaraan, serta tanggung jawab terhadap kehidupan kebangsaan," kata Gus Gudfan.
Pesan kebangsaan tersebut juga tercermin dalam logo Hari Santri 2026 yang menampilkan akar, kitab terbuka, kubah, dan bintang. Akar melambangkan tradisi serta sanad keilmuan, sedangkan kitab menggambarkan ilmu dan tradisi intelektual pesantren.
Kubah merepresentasikan nilai spiritual dan kehidupan keagamaan, sementara bintang menggambarkan cita-cita luhur dalam perjalanan pengabdian santri. Menurut Gus Gudfan, seluruh elemen tersebut menggambarkan hubungan antara tradisi, ilmu, spiritualitas, cita-cita, dan pengabdian.
PBNU, lanjutnya, mengharapkan, Hari Santri 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum menghidupkan nilai-nilai pesantren. Nilai tersebut mencakup ilmu, adab, keteladanan, kepedulian kepada sesama, serta tanggung jawab menjaga keutuhan negeri.
"iPBNU juga mengajak pesantren, santri, serta seluruh struktur Nahdlatul Ulama menerjemahkan tema tersebut melalui kegiatan produktif. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat persaudaraan dan semangat kebangsaan Indonesia," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....