Mengenal Hatta Rajasa, Politikus Senior yang Kini Jabat Wakil Ketua Wantimpres

  • 02 Okt 2026 16:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hatta Rajasa dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Ketua Wantimpres di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Politikus senior PAN tersebut pernah menjabat Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Mensesneg, serta Menko Perekonomian.
  • Sebelum terjun ke politik, Hatta berkarier di sektor perminyakan dan menjabat Presiden Direktur Arthindo pada 1982–2000.

RRI.CO.ID, Jakarta – Hatta Rajasa kembali mendapat amanah di lingkungan Istana setelah dilantik menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Presiden Prabowo Subianto melantik Hatta bersama sejumlah tokoh lainnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Nama Hatta bukan sosok baru dalam perjalanan politik dan pemerintahan Indonesia selama beberapa dekade terakhir. Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut pernah menduduki sejumlah jabatan strategis pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 18 Desember 1953, sebagai anak kedua dari 12 bersaudara. Sejak menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, ia mulai menjalani kehidupan mandiri dengan tinggal bersama pamannya di Palembang.

Pengalaman jauh dari keluarga sejak usia muda turut membentuk pandangannya mengenai kemandirian, kepedulian, dan pentingnya kerja sama. Nilai tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidup Hatta, termasuk ketika menempuh pendidikan tinggi di Bandung.

Hatta melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mengambil jurusan Teknik Perminyakan pada 1973. Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam kegiatan kemahasiswaan serta terlibat di lingkungan Masjid Salman ITB.

Setelah lulus, Hatta mengawali karier profesionalnya di sektor perminyakan sebelum merintis usaha bersama sejumlah rekannya. Ia pernah bekerja di PT Bina Patra Jaya dan PT Meta Epsi, kemudian memimpin perusahaan Arthindo.

Hatta menjabat Presiden Direktur Arthindo sejak 1982 hingga 2000, sebelum akhirnya memusatkan perhatian pada dunia politik. Keputusan tersebut membuatnya meninggalkan kegiatan usaha dan bergabung dengan Partai Amanat Nasional.

Karier politik Hatta mulai menonjol setelah terpilih sebagai anggota DPR dan MPR RI pada Pemilihan Umum (Pemilu) 1999. Di parlemen, ia dipercaya menjadi Ketua Fraksi Reformasi dan menjalankan tugas sebagai anggota Komisi VIII DPR.

Perjalanan politiknya kemudian berlanjut ke pemerintahan ketika Presiden Megawati Soekarnoputri menunjuknya sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi. Hatta mengemban jabatan tersebut pada 2001 hingga 2004 dalam Kabinet Gotong Royong.

Pada pemerintahan Presiden SBY, Hatta dipercaya memimpin sejumlah kementerian strategis secara berturut-turut. Ia menjabat Menteri Perhubungan (Menhub) pada 2004 hingga 2007, kemudian Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada 2007 hingga 2009.

Pada 2009, Hatta diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Jabatan tersebut diembannya hingga Mei 2014, sebelum mengundurkan diri untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Presiden (pilpres).

Di luar pemerintahan, Hatta juga aktif dalam kepengurusan Partai Amanat Nasional dan pernah menjadi Ketua Umum. Ia memimpin PAN pada periode 2010 hingga 2015 setelah menggantikan Soetrisno Bachir.

Pada Pemilihan Presiden 2014, Hatta berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden. Pasangan tersebut kemudian berhadapan dengan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam kontestasi nasional tersebut.

Kini, Hatta kembali berada dalam pemerintahan melalui penugasan sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Pengalaman panjangnya di bidang politik, ekonomi, dan pemerintahan menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....