Komisi IV DPR Minta Pengawasan Karantina Tak Hambat Arus Logistik
- 02 Okt 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi IV DPR RI meminta penguatan pengawasan karantina di Pelabuhan Tanjung Priok tetap dilakukan. Pengawasan tanpa menghambat kelancaran arus logistik dan perdagangan.
Hal itu disampaikan saat Komisi IV DPR meninjau Tempat Pemeriksaan Karantina (TPK) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 2 Oktober 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung proses pemeriksaan komoditas ekspor dan impor sekaligus mengevaluasi kinerja Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan mengatakan sistem karantina memiliki peran penting dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia. Namun, pengawasan harus didukung fasilitas dan teknologi yang memadai agar proses pemeriksaan dapat berlangsung cepat dan akurat.
“Kami melihat secara langsung proses pemeriksaan komoditas yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Karantina memiliki peran yang sangat penting sebagai pertahanan sumber daya hayati Indonesia,” ujar Ahmad, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, setiap komoditas yang masuk harus dipastikan kelengkapan dokumen dan kondisi kesehatannya untuk mencegah masuknya hama dan penyakit. Karena hama dan penyakit berpotensi merugikan masyarakat maupun perekonomian nasional.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi IV melihat proses pemeriksaan sejumlah komoditas impor, di antaranya daging asal Brasil dan bawang putih. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan karantina dan tidak membawa hama maupun penyakit.
Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin Sriyanto mengatakan pengawasan di pintu pemasukan dan pengeluaran harus berjalan. Dan harus di barengi dengan kelancaran arus perdagangan.
“Tanjung Priok merupakan salah satu pintu strategis perdagangan Indonesia. Karena itu, pengawasan karantina harus berjalan kuat tanpa menghambat kelancaran logistik,” ujar Sriyanto.
Ia mengatakan Barantin juga berperan memfasilitasi komoditas Indonesia yang akan diekspor. Hal itu agar memenuhi persyaratan negara tujuan.
Diketahui mengatakan tingginya mobilitas komoditas di Tanjung Priok membutuhkan pengawasan yang konsisten sekaligus adaptif. Pelabuhan Tanjung Priok sebagai gerbang utama perdagangan internasional, Tanjung Priok memiliki lalu lintas komoditas yang sangat dinamis.
“Kami berkomitmen memastikan setiap komoditas yang menjadi objek pengawasan karantina diproses sesuai ketentuan. Dengan tetap memberikan pelayanan yang efektif dan mendukung kelancaran logistik,” kata Kepala Balai Besar Karantina DKI Jakarta Arum Kusnila Dewi.
Menurutnya, koordinasi dengan instansi kepelabuhanan dan pemangku kepentingan lainnya menjadi penting. Agar nantinya pemeriksaan, pengawasan, dan pelayanan dapat berjalan dalam sistem yang terintegrasi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027. Melalui penguatan pengawasan dan pelayanan, Barantin diharapkan dapat menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran perdagangan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....