Langkah Presiden Rombak Kabinet Tuai Dukungan
- 02 Okt 2026 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Partai Ummat mengapresiasi langkah strategis Presiden Prabowo Subianto yang kembali melakukan reshuffle atau perombakan di kabinet Merah Putih
- Reshuffle sejumlah menteri, wakil menteri, hingga Kapolri diharapkan mendorong kinerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming
- Ketua Harian DPP Partai Ummat, Heikal Safar menyebut, reshuffle ke-7 sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 tersebut diperlukan
RRI.CO.ID, Jakarta - Partai Ummat mengapresiasi langkah strategis Presiden Prabowo Subianto yang kembali melakukan reshuffle atau perombakan di kabinet Merah Putih. Reshuffle sejumlah menteri, wakil menteri, hingga Kapolri diharapkan mendorong kinerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming.
Ketua Harian DPP Partai Ummat, Heikal Safar menyebut, reshuffle ke-7 sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 tersebut diperlukan. Menurutnya, pergantian sejumlah pejabat merupakan bagian dari kewenangan Presiden sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala negara mempunyai hak prerogatif yang tercantum pada salah satu pasal dalam UUD 1945. Yang menunjukkan hak prerogatif presiden pada Pasal 17 ayat (2) mengenai pengangkatan dan pemberhentian menteri-menteri negara," kata Heikal dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Jumat 2 Oktober 2026.
Heikal menilai reshuffle kabinet pada era pemerintahan Presiden Prabowo merupakan hal yang wajar. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan respons Pemerintah terhadap berbagai masukan dan kritik yang berkembang di masyarakat.
"Mendukung langkah nyata Presiden Prabowo untuk kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mengubah sejumlah posisi strategis pemerintahan. Perombakan jabatan tersebut mencakup sejumlah jabatan menteri, pergantian KSP dan Kapolri," ucapnya.
Heikal juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang mendapat amanah baru dalam pelantikan tersebut. Para pejabat tersebut didorong memiliki integritas, profesionalisme, membawa kemajuan, dan stabilitas yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Partai Ummat Berharap semoga para pemimpin yang baru dilantik selalu dapat menjalankan tugas bekerja penuh totalitas . Untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara dengan penuh kerja nyata," ujarnya.
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang menggantikan Dudung Abdurachman. Sementara itu, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri yang menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Dudung Abdurachman dilantik sebagai Menko Polkam yang menggantikan Djamari, kemudian, Sugiono dilantik sebagai Menko PMK yang menggantikan Pratikno. Lalu, Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM.
Untuk posisi Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Christiawan Nasir dilantik menggantikan Sugiono. Adapun Muhammad Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....