Menteri PPPA: Indonesia Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan di ASEAN

  • 02 Okt 2026 07:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender di tingkat ASEAN sebagai langkah strategis.
  • Kesetaraan gender di Indonesia memiliki landasan konstitusional yang kuat dan didukung melalui ratifikasi berbagai perjanjian internasional untuk menjamin pemenuhan hak perempuan.
  • Pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender dinilai penting untuk mendorong kemakmuran kawasan ASEAN yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan ruang setara bagi perempuan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menegaskan komitmen Indonesia memperkuat kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender di ASEAN. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong kemakmuran kawasan yang inklusif, berkelanjutan, serta memberi ruang setara bagi perempuan.

Arifah mengatakan kesetaraan gender di Indonesia memiliki landasan konstitusional yang kuat. Komitmen tersebut diperkuat melalui ratifikasi berbagai perjanjian internasional untuk menjamin pemenuhan hak perempuan

“Kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan menjadi bagian penting Asta Cita, RPJMN, serta visi Indonesia Emas 2045. Pembangunan inklusif juga terus diperkuat untuk memastikan perempuan berperan dalam mewujudkan kemajuan Indonesia secara berkelanjutan,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, Indonesia mencatat kemajuan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, dengan keterwakilan perempuan di DPD mencapai 37 persen. Pemerintah juga membentuk Satuan Tugas Nasional Lintas Sektor yang melibatkan pemimpin eksekutif, legislatif, yudikatif, dan profesional.

Arifah menjelaskan Pemerintah telah meluncurkan Peta Jalan Ekonomi Perawatan Nasional 2025–2045 untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan. Kebijakan tersebut juga bertujuan memperluas peluang perempuan menduduki jabatan strategis dalam berbagai sektor pembangunan nasional.

“Ekonomi perawatan penting untuk mengurangi beban perawatan tidak berbayar yang selama ini membatasi peluang perempuan bekerja. Dengan pembagian tanggung jawab yang lebih adil, perempuan dapat memasuki lapangan kerja formal dan mengembangkan karier,” ujar Arifah.

Arifah menilai kolaborasi regional diperlukan untuk membuka peluang lebih besar bagi perempuan di kawasan ASEAN. Indonesia pun mengusulkan tiga langkah strategis kepada negara-negara ASEAN.

Indonesia telah mengusulkan tiga langkah strategis ASEAN untuk memperkuat kepemimpinan perempuan melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Langkah itu mencakup ekonomi perawatan, keterampilan digital dan aksi iklim, serta penguatan data kepemimpinan perempuan.

“ASEAN dapat mempercepat kemajuan melalui kerja sama regional yang lebih kuat dan inklusif. Kerja sama tersebut penting untuk mewujudkan Visi Komunitas ASEAN 2045 secara berkelanjutan,” kata Arifah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....