Cerita Menlu, Mendadak Dihubungi Seskab Teddy untuk dilantik

  • 02 Okt 2026 08:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri RI menggantikan Sugiono
  • Indonesia komitmen dengan politik luar negeri bebas aktif
  • Arrmanatha Christiawan Nasir akan menjalankan program Sugiono

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri RI menggantikan Sugiono. Tata-sapaan Arrmanatha sebelumnya merupakan Wakil Menteri Luar Negeri pada Kabinet Merah Putih.

Menlu mengatakan dihubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada siang hari atau pukul 12.30WIB. Ia diminta untuk datang ke Istana Merdeka, Jakarta.

"Saya sendiri baru tahu tadi siang, diminta untuk datang ke Istana pada pukul 12.30WIB, pemberitahuannya juga tidak lama sebelum itu. Lewat WhatsApp, dan ditelepon oleh Pak Seskab," kata Menlu dalam keterangannya usai dilantik di Istana Merdeka, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menlu Arrmanatha mengatakan saat dihubungi Seskab, dirinya bersama dengan Sugiono. Keduanya sedang beraktivitas di kantor.

"Ya, karena waktu saya diinformasikan, saya sedang bersama dengan Pak Menlu. Ya di kantor," katanya.

Lantas Arrmanatha mengatakan kepercayaan dari Presiden Prabowo merupakan amanah baru yang harus diemban. Menurutnya bakal banyak tantangan diera kepemimpinannya karena situasi global terutama eskalasi di Timur Tengah.

Namun, rakyat Indonesia patut bersyukur atas konsistensi Pemerintah Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri (Polugri), yaitu bebas aktif, ditengah gejolak global. Siapapun, kata Arrmanatha, menjadi Menlu, dalam menjalankan tugas harus dengan rujukan Undang-Undang Dasar 1945.

"Ini merupakan amanah baru yang saya emban, tentunya, situasi global saat ini, dinamikanya tidak sederhana. Jadi tantangan yang kita hadapi, sangat besar," katanya.

"Suatu hal yang kita juga syukuri bahwa polugri Indonesia itu selalu konsisten yaitu bebas aktif, ya yang telah sering disampaikan oleh Bapak Presiden. Jadi siapapun yang menjalankan, tugas sebagai Menteri Luar Negeri, rujukannya jelas, yaitu adalah undang-undang kita," katanya menegaskan

Ia memastikan akan melanjutkan program-program pendahulunya Sugiono. Program untuk kepentingan nasional salah satunya yang tertuang dalam Asta Cita.

"Jadi tugas saya di sini adalah melanjutkan, apa yang telah dijalankan oleh Bapak Sugiono, yang sekarang menjadi, Pak Menko. Tentunya, kita akan terus memprioritaskan hal-hal yang menjadi kepentingan nasional, kepentingan nasional, salah satunya di Asta Cita," ujarnya.

Indonesia juga akan memainkan peran menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Peran tersebut telah dilakukan oleh Indonesia.

"Disidang Majelis Umum PBB, High Level Week disampaikan oleh Bapak Menlu, Indonesia akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap untuk Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030. Ini kembali menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga kestabilan peace and security dan juga memajukan multilateralisme," katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....