Hari Kesaktian Pancasila, Menbud Fadli Tekankan Pentingnya Merawat Persatuan

  • 01 Okt 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menbud Fadli menyebut Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai momentum merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus memperkuat persatuan menghadapi perubahan zaman.
  • Nilai gotong royong, toleransi, musyawarah, dan solidaritas menjadi fondasi persatuan serta memperkuat karakter bangsa di tengah keberagaman.
  • Pancasila menjadi landasan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, termasuk melalui penguasaan teknologi serta penguatan jati diri kebangsaan generasi muda.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi momentum merefleksikan perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, peringatan tersebut juga mengajak masyarakat menatap masa depan dengan semangat persatuan, berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

Dalam peringatannya, pemerintah mengangkat tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur' sebagai pesan kebangsaan. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan Indonesia, terutama menghadapi perkembangan teknologi digital, serta dinamika global yang terus berubah.

"Di tengah dinamika tersebut, Pancasila menjadi jangkar nilai. Sekaligus kompas bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan zaman," ujarnya saat memberikan sambutan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 via YouTube Kementerian Kebudayaan, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, Pancasila menempatkan nilai ketuhanan sebagai landasan moral dan kemanusiaan sebagai orientasi kehidupan berbangsa. Sementara itu, persatuan menjadi kekuatan bangsa, sedangkan musyawarah merupakan jalan untuk membangun kebersamaan.

Sementara itu, keadilan sosial menjadi cita-cita bersama yang harus terus diwujudkan melalui kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia menuturkan, Indonesia tumbuh dalam keberagaman yang mencakup ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, agama, dan kepercayaan.

"Para pendiri bangsa menjadikan keberagaman tersebut sebagai kekuatan membangun sebuah negara yang bernama Indonesia," ucapnya. Ia menambahkan, semangat tersebut tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mengajarkan masyarakat tetap bersatu di tengah perbedaan.

Ia menambahkan, nilai gotong royong, musyawarah, toleransi, dan solidaritas terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai tersebut memperkuat karakter bangsa sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Kesaktian Pancasila, lanjutnya, tercermin dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia saat menghadapi berbagai tantangan. Berkat nilai-nilai Pancasila, Indonesia terus berdiri kokoh sebagai satu bangsa yang menjunjung persatuan.

"Pancasila hidup ketika masyarakat bergotong royong, perbedaan dihormati. Serta musyawarah menjadi jalan mencari titik temu dalam kehidupan bersama," ujarnya.

Nilai keadilan sosial juga hadir ketika pembangunan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, generasi muda perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus menjaga jati diri kebangsaan dalam menghadapi masa depan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus melangkah mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Fondasi dari seluruh cita-cita tersebut adalah persatuan. Persatuan Indonesia tumbuh dari kemampuan kita merawat keberagaman dan menjadikannya energi bersama," ujar Fadli.

Ia menegaskan, keberagaman suku, daerah, bahasa, agama, kepercayaan, adat, dan tradisi menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Seluruh perbedaan tersebut menyatu dalam satu identitas kebangsaan yang memperkuat persatuan Indonesia.

Pancasila tetap menjadi kekuatan yang menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah keberagaman. Nilai-nilainya juga menjadi landasan untuk membangun masa depan Indonesia yang adil dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....