BCA Syariah Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah
- 01 Okt 2026 00:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Bank BCA Syariah kembali menggelar BCA Syariah Journalist Writing Competition (JWC) 2026.
- Kickoff JWC 2026 digelar di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Rabu 30 Septemner 2026.
- Kompetisi tahunan yang digelar sejak 2023 ini mengajak jurnalis mengangkat cerita seputar ekonomi dan keuangan syariah melalui karya jurnalistik yang informatif, faktual, dan inspiratif.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Bank BCA Syariah kembali menggelar BCA Syariah Journalist Writing Competition (JWC) 2026. Kompetisi tahunan yang digelar sejak 2023 ini mengajak jurnalis mengangkat cerita seputar ekonomi dan keuangan syariah melalui karya jurnalistik yang informatif, faktual, dan inspiratif.
Kickoff JWC 2026 digelar di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Rabu 30 Septemner 2026. Kegiatan dibuka Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum dan dilanjutkan talkshow bertajuk “Membaca Arah dan Tren Bisnis Konsumer Syariah, in this Economy”.
Talkshow menghadirkan ekonom syariah sekaligus Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah OJK Dian Masyita. Serta Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah Bukit Mas Siahaan.
Sejumlah isu dibahas dalam diskusi tersebut, mulai dari perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, perubahan kebutuhan konsumen, daya beli masyarakat. Hingga peluang dan tantangan bisnis konsumer bagi industri perbankan syariah.
Yuli mengatakan, jurnalis memiliki peran penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai perkembangan perbankan dan keuangan syariah. “Kita yakin yang terdepan untuk selalu menyiarkan berita-berita ini, kalau kita titipkan pesan atas pengembangan perbankan atau keuangan syariah, mestinya tepat sasaran,” kata Yuli.
Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai perbankan syariah masih perlu diperluas. Salah satunya terkait akses layanan bank syariah yang terbuka bagi masyarakat non-Muslim. Yuli mengaku masih menemukan masyarakat yang belum mengetahui bahwa bank syariah dapat memiliki nasabah non-Muslim.
“Siapa di antara Bapak Ibu yang tidak tahu bahwa perbankan syariah atau bank syariah itu nasabahnya boleh non-Muslim?” ujarnya. Karena itu, Yuli menegaskan, JWC 2026 tidak semata-mata diarahkan untuk mengangkat BCA Syariah.
Kompetisi tersebut juga diharapkan dapat memperluas pemberitaan mengenai perkembangan industri perbankan syariah secara keseluruhan.
“Ini bukan hanya BCA Syariah sentris, tetapi perbankan syariah sentris yang lebih luas lagi,” katanya.
Digitalisasi Jadi Penggerak
Dalam talkshow, Dian Masyita menilai teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan perbankan syariah. Menurutnya, digitalisasi perlu berjalan beriringan dengan keamanan layanan agar kepercayaan masyarakat ikut terbangun.
“Keamanan dari rekening, digitalisasi itu jadi plusnya juga. Dua-duanya itu tak terelakkan lagi membuat orang akan memilih,” kata Dian.
Ia juga melihat peluang pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses dan layanan perbankan syariah. Termasuk melalui pengembangan layanan digital BCA Syariah.
Sementara itu, Bukit Mas Siahaan menyoroti potensi generasi Z sebagai salah satu segmen yang akan semakin penting bagi bisnis konsumer perbankan syariah. Ia mengatakan, pada pembiayaan KPR, nasabah masih didominasi generasi milenial dengan porsi 71,23 persen.
Adapun porsi generasi Z mencapai 7,4 persen.
Namun, komposisi berbeda terlihat pada pembiayaan emas. Porsi generasi Z telah mencapai sekitar 19 persen.
“Yang menariknya, untuk emas itu mulai angkanya lebih tinggi yang Gen Z. Gen Z itu mulai lebih tinggi, angkanya sekitar 19 persen, hampir 20 persen itu Gen Z untuk mengambil emas,” ujar Bukit.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang pertumbuhan bisnis konsumer dari segmen generasi Z. Untuk menjangkau perubahan perilaku konsumen tersebut, digitalisasi menjadi salah satu bagian penting.
BCA Syariah menyediakan layanan melalui aplikasi BSya, termasuk untuk kebutuhan tabungan dan pembiayaan emas secara digital. Melalui JWC 2026, BCA Syariah membuka ruang bagi jurnalis untuk mengangkat pengalaman dan cerita mengenai manfaat layanan keuangan syariah dalam kehidupan masyarakat.
Kompetisi tahun ini mengusung tema “Pengalaman Berkah Layanan Digital & Finansial Bersama BCA Syariah”. Tema tersebut diarahkan untuk menggali pengalaman langsung jurnalis maupun studi kasus nasabah dalam memanfaatkan produk dan layanan BCA Syariah.
Ada tiga kategori yang dapat diikuti, yakni Hard News, Feature, dan Konten Media Sosial.
Untuk kategori Hard News, karya memiliki panjang 1.500–3.000 karakter. Sementara Feature memiliki panjang 3.000–4.000 karakter.
Adapun kategori Konten Media Sosial berupa video berdurasi maksimal tiga menit dengan format vertikal 9:16 yang dipublikasikan melalui Instagram Reels. Kompetisi terbuka bagi jurnalis dari berbagai jenis media, mulai media cetak, media online, kantor berita, televisi, hingga radio.
Karya yang diikutsertakan harus dipublikasikan dalam periode kompetisi, yakni 30 September hingga 30 Oktober 2026. BCA Syariah menyiapkan total hadiah Rp36 juta untuk enam pemenang dan runner-up dari seluruh kategori.
Melalui kompetisi tersebut, BCA Syariah berharap semakin banyak perspektif jurnalistik yang mengangkat perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat. Cerita yang diangkat dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari kebutuhan finansial individu dan keluarga, pemberdayaan UMKM, layanan digital, hingga kontribusi ekonomi syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Informasi lengkap mengenai BCA Syariah Journalist Writing Competition 2026 dapat diakses melalui https://republika.co.id/page/bca-syariah/writing-competition.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....