BRIN Soroti Bahaya Vape dalam Penanganan Narkoba Anak Muda

  • 30 Sep 2026 18:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti bahaya vape atau rokok elektrik dalam upaya pemerintah menangani penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda.
  • Rokok elektrik dinilai berpotensi menjadi salah satu media penyalahgunaan narkotika sehingga perlu diantisipasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti bahaya vape atau rokok elektrik dalam upaya pemerintah menangani penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda. Rokok elektrik dinilai berpotensi menjadi salah satu media penyalahgunaan narkotika sehingga perlu diantisipasi.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, bahaya vape menjadi salah satu hal yang dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 29 September 2026. Rapat tersebut membahas langkah pemerintah menangani permasalahan narkoba, khususnya di kalangan anak muda.

Menurut Arif, pemerintah perlu mengantisipasi risiko penggunaan vape berdasarkan temuan dan kajian ilmiah. BRIN sebelumnya melakukan penelitian terkait dampak paparan vape terhadap tubuh.

Berdasarkan penelitian BRIN, paparan vape berpotensi merusak sel paru-paru, memicu peradangan. Sekaligus mengganggu produksi insulin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah.

"Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi. Laporan-laporan itu nanti Kepala BNN bisa melakukan, dan dari Kementerian Kesehatan yang akan mengatur tentang hal itu," kata Arif.

Selain membahas bahaya vape, pemerintah juga mendorong penguatan riset dan inovasi untuk menangani penyalahgunaan narkoba. Arif mengatakan, hasil riset diperlukan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan penanganan dan rehabilitasi.

Menurutnya, penanganan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum dan layanan kesehatan. Rehabilitasi perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan pemulihan fisik, mental, pendidikan, pembentukan karakter, serta keterampilan.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes). Arif berharap kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba.

BRIN juga siap mendukung pemerintah melalui riset dan inovasi berbasis bukti. Termasuk dalam mengantisipasi risiko penggunaan vape pada anak muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....