Pakar Tekankan Peran Pendidikan dalam Pemulihan Pecandu Narkoba

  • 30 Sep 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemulihan pecandu narkoba tidak hanya berhenti pada penghentian pemakaian zat terlarang, melainkan memerlukan pendidikan untuk memulai hidup baru dan menambah keterampilan.
  • Adiksi merupakan gangguan kesehatan yang kompleks dan membutuhkan pendekatan holistik melalui pengobatan, pendidikan, rehabilitasi, serta dukungan keluarga.
  • dr. Lahargo Kembaren dari PP-PDSKJI menekankan pentingnya strategi penanganan yang komprehensif untuk hasil pemulihan yang optimal bagi pecandu narkoba.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemulihan pecandu narkoba tak cukup hanya menghentikan pemakaian zat terlarang tersebut. Pendidikan dinilai penting agar mereka juga bisa memulai hidup baru sekaligus menambah keterampilan.

Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, dr. Lahargo Kembaren, mengatakan adiksi merupakan gangguan kesehatan yang kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan holistik melalui pengobatan, pendidikan, rehabilitasi, dan dukungan keluarga.

"Pendidikan harusnya menjadi proses yang mengubah knowledge, pengetahuan dari orang (pecandu narkoba) ini. Yang kemudian membuat dia jadi punya skill atau keterampilan,” ujar Lahargo saat berbincang bersama Pro3 RRI, Rabu, 30 September 2026.

Menurut Lahargo, keterampilan tersebut dapat membentuk pola perilaku dan gaya hidup baru. Pendidikan juga perlu membantu remaja menghadapi tekanan teman sebaya dan mengelola stres.

Ia mengatakan sebagian remaja belum memiliki keterampilan menghadapi tekanan dan stres secara sehat. Kondisi tersebut dapat membuat mereka lebih mudah menerima tawaran narkoba sebagai cara mengatasi masalah.

"'Kalau lagi stres saya harus bagaimana ya, coping mechanism apa yang harus saya lakukan?' Karena banyak anak-anak remaja tuh pake narkoba sebagai bentuk coping mechanism-nya," katanya.

Lahargo menilai pemulihan tidak berhenti ketika seseorang berhenti menggunakan narkoba. Menurutnya, proses tersebut harus membantu seseorang kembali menjalani kehidupan yang baru.

"Stop narkoba itu tidak berhenti di situ. Tetapi bagaimana mereka bisa memulai hidup yang baru atau start a new life," ujarnya.

Pengamat Pendidikan UIN Jakarta, Dr. Jejen Musfah, mengatakan pendidikan dapat menjadi salah satu medium untuk mengubah paradigma pecandu. Namun, keberhasilan pendekatan tersebut tetap dipengaruhi kondisi lingkungan tempat seseorang menjalani kehidupan.

Jejen mengatakan lingkungan yang masih rawan peredaran narkoba dapat menghambat proses pemulihan. Karena itu, pendekatan pendidikan perlu berjalan bersama upaya menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.

Menurut Jejen, pendidikan juga perlu melibatkan perguruan tinggi yang memiliki keahlian terkait kesehatan dan psikologi. Pelibatan tersebut dapat membantu pemerintah menyusun metode rehabilitasi yang lebih sesuai kebutuhan.

Pemerintah saat ini memang tengah merumuskan model pendidikan dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Presiden Prabowo juga meminta praktik baik dari perguruan tinggi dan negara lain dipelajari dalam penyusunan konsep tersebut.

Melalui pendekatan tersebut, penanganan pecandu narkoba diarahkan tidak hanya pada penghentian penggunaan zat. Proses pemulihan juga diharapkan membantu anak muda kembali produktif dan menjalani kehidupan secara lebih sehat. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....