Kemendikdasmen dan OJK Perkuat Literasi Keuangan melalui Bahan Ajar Gratis
- 30 Sep 2026 18:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan melalui penyediaan bahan ajar gratis di platform Rumah Pendidikan.
- Pada platform Rumah Pendidikan, bahan ajar literasi keuangan tersedia dalam bentuk perangkat ajar pada Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan melalui penyediaan bahan ajar gratis di platform Rumah Pendidikan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Bahan ajar yang disediakan mencakup berbagai materi literasi keuangan. Mulai dari pengelolaan keuangan pribadi, lembaga keuangan, perekonomian digital, perencanaan finansial, investasi, pinjaman, hingga pengelolaan anggaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, bahan ajar literasi keuangan syariah yang disusun OJK dapat diakses secara gratis oleh murid, guru, dan masyarakat.
"Buku tentang literasi keuangan syariah yang disusun oleh OJK menjadi bagian dari materi. Di mana dapat diakses oleh para murid, para guru, dan seluruh masyarakat secara gratis," kata Mu'ti dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 September 2026.
Ia berharap materi tersebut tidak hanya meningkatkan literasi keuangan peserta didik, tetapi juga mendorong produktivitas, inklusi, dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pada platform Rumah Pendidikan, bahan ajar literasi keuangan tersedia dalam bentuk perangkat ajar pada Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Sejumlah bahan ajar telah melalui kurasi Kemendikdasmen dan dikembangkan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran bersama OJK. Materi tersebut antara lain "Mengelola Keuangan Pribadi", "Manajemen Keuangan Kegiatan Kepanitiaan", "Lembaga Keuangan", "Barisan dan Deret", "Perekonomian Digital", serta "Analisis Data dan Peluang".
Materi tersebut mengintegrasikan literasi keuangan dalam pembelajaran Ekonomi dan Matematika serta kegiatan kokurikuler. Abdul Mu'ti mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai literasi keuangan.
Sementara itu, akses terhadap layanan dan fasilitas pendukung dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan mitra strategis. "Kalau tugas saya sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mendidik anak-anak supaya mengerti," ucapnya.
"Tapi yang membuka berbagai akses adalah Pak Ferry dan Bapak-bapak di OJK. Inilah yang ingin kita bangun ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kerja sama dengan Kemendikdasmen diarahkan untuk menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah. Utamanya melalui pendidikan formal.
"Tujuannya adalah untuk menyusun sebuah strategi besar bagaimana masyarakat kita sejak usia muda di pendidikan dasar menengah memahami mengenai keuangan syariah. Itu menjadi point yang akan dilakukan," kata Dicky.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga mencakup penguatan bahan ajar, kurikulum, dan pelatihan bagi guru. Pemahaman generasi muda terhadap layanan dan produk keuangan dinilai penting seiring meningkatnya akses terhadap layanan keuangan digital.
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES), Ferry Juliantono, turut mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia berharap program itu dapat mendorong lahirnya wirausahawan muda di sektor ekonomi syariah.
"Harapannya dengan kolaborasi ini bisa menciptakan calon-calon wirausahawan muda yang nanti akan berperan besar. Utamanya, dalam pemanfaatan dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia," ujar Ferry.
Dalam ISFO 2026, sebanyak 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim mengikuti rangkaian kegiatan dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah peserta meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan jumlah tim bertambah sekitar 15 persen.
Kolaborasi Kemendikdasmen dan OJK diharapkan memperkuat kemampuan peserta didik dalam memahami pilihan dan risiko keuangan. Selain itu, peserta didik diharapkan mampu membangun kebiasaan mengambil keputusan keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....