'Ekraf Peduli' Dorong Pemulihan Anak Korban Bencana lewat Seni
- 30 Sep 2026 14:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar pameran bertema “EKRAF PEDULI” pada Selasa, 29 September 2026.
- Di Ekraf Peduli, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menilai, melukis dapat menjadi standar minimum pemulihan psikologis anak-anak korban bencana.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, kegiatan melukis dapat menjadi bagian dari terapi awal untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak korban bencana. Hal tersebut disampaikan Muhaimin saat menghadiri acara Ekraf Peduli yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan anggaran untuk terapi melalui ekspresi seni sebagai bagian dari penanganan awal pascabencana. Ia menilai kegiatan melukis dapat menjadi salah satu standar minimum dalam pemulihan psikologis anak-anak di daerah terdampak bencana.
“Ini bisa menjadi anggaran wajib bagi pemerintah untuk menyiapkan ekspresi berkreasi dan seni bagi terapi awal penanggulangan bencana. Begitu ada bencana, harus disiapkan anggaran dari pemerintah untuk terapi melalui ekspresi seni, khususnya lukis,” ujar menteri yang akrab disapa Cak Imin ini.
Muhaimin juga menilai pameran karya anak-anak korban bencana di lokasi strategis dapat memberikan apresiasi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi karya mereka. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi seni anak-anak yang terdampak bencana.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan, Ekraf Peduli merupakan program untuk membantu masyarakat di daerah pascabencana. Kegiatan tersebut secara khusus diarahkan untuk membangkitkan kembali semangat anak-anak terdampak bencana melalui aktivitas seni.
Dalam program tersebut, sebanyak 200 anak dari Aceh Tamiang dan Kota Pariaman mendapatkan pendampingan untuk membuat karya lukis. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu membangkitkan kembali semangat dan kreativitas anak-anak yang terdampak bencana.
“Kegiatan sebelumnya, yaitu melatih, membina, dan mendampingi 100 anak ditambah 100 juga di Tamiang, Pariaman, total 200. Jadi 10 dari Pariaman, 10 dari Aceh Tamiang, dan hari ini dipamerkan di tempat yang luar biasa,” ujar Riefky.
Dari 200 karya yang dihasilkan, sebanyak 20 karya terpilih dibawa ke Jakarta untuk dipamerkan. Karya tersebut terdiri atas 10 karya dari Aceh Tamiang dan 10 karya dari Kota Pariaman.
Riefky berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak untuk membantu membangkitkan semangat. Sekaligus kreativitas anak-anak korban bencana. (Devita Pratiwi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....