BRIN Ingatkan Risiko Erupsi di Balik Kesuburan Tanah Vulkanik

  • 29 Sep 2026 11:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peneliti BRIN, Edi Hidayat menjelaskan jalur subduksi yang berdekatan dengan cincin api membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif, dari Sumatra hingga wilayah timur Nusantara.
  • Aktivitas magma, tekanan panas, dan gas di dalam gunung api dapat memicu erupsi yang membahayakan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan sekitarnya.
  • Meski erupsi membawa dampak negatif, abu vulkanik dapat menyuburkan tanah dalam jangka panjang sehingga mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Edi Hidayat menjelaskan hubungan jalur subduksi dengan keberadaan kawasan cincin api Indonesia. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif yang tersebar dari Sumatra hingga wilayah timur Nusantara.

Menurutnya, jalur subduksi di Samudra Hindia, mulai dari barat Sumatra hingga selatan Jawa, berdekatan dengan jalur gunung api. Keberadaan gunung api di sepanjang pulau-pulau tersebut berkaitan dengan aktivitas geologi yang juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

"Gunung api memiliki sisi positif karena aktivitas magmatisme di bawah permukaan bumi dapat membentuk endapan logam berharga. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai gunung api aktif karena tekanan magma, panas, dan gas dapat memicu erupsi," ujar dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Selasa, 29 September 2026.

Ia menjelaskan, erupsi terjadi ketika tekanan magma melampaui batas kemampuan batuan untuk menahannya di dalam gunung api. Kondisi tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan sekitar gunung api aktif.

Meski demikian, material hasil erupsi juga membawa manfaat jangka panjang bagi lingkungan, terutama melalui abu vulkanik yang menyuburkan tanah. "Proses alam membutuhkan waktu puluhan tahun hingga material vulkanik mengalami pelapukan dan mendukung kesuburan lahan pertanian masyarakat," ucapnya.

Ia mengatakan, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api aktif dapat menikmati tanah subur untuk berbagai kegiatan pertanian. Kondisi tersebut menjadi salah satu keuntungan lingkungan yang muncul dari aktivitas geologi di kawasan gunung api Indonesia.

Namun, ia mengingatkan bahwa letusan gunung api tetap membawa dampak negatif yang besar ketika terjadi. Karena itu, masyarakat perlu memahami potensi bahaya erupsi sekaligus mengenali manfaat jangka panjang yang dihasilkan aktivitas vulkanik.

Ia menegaskan, fenomena gunung api menunjukkan bahwa kondisi geologi Indonesia memiliki sisi positif sekaligus risiko kebencanaan. Pemahaman tersebut penting agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa mengabaikan manfaat alam yang mendukung kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....