Penemuan Jenazah Dipesisir Lampung Bulan Jurnalis Koran Selat Sunda
- 29 Sep 2026 05:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polda Banten memastikan penemuan jenazah di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung
- Ternyata, tidak berkaitan dengan insiden rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda
RRI.CO.ID, Tangerang - Polda Banten memastikan penemuan jenazah di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Ternyata, tidak berkaitan dengan insiden rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda.
"Kami memastikan bahwa penemuan jasad di perairan Pekon Balam, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I. Hasil identifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak terkait telah memastikan identitas korban," ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, Senin, 28 September 2026.
Ia menjelaskan dari temuan jenazah di kawasan Pesisir Barat, Lampung, saat ini identitasnya telah terverifikasi. Hal itu melalui serangkaian pemeriksaan medis dan identifikasi yang dilakukan oleh tim kepolisian setempat.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan visum, jenazah tersebut diketahui bernama Rangga Adriana bin Udin Safrudin. Yalni, seorang remaja laki-laki yang merupakan warga Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat," kata dia.
Maruli menuturkan awal mula penemuan jenazah tersebut diketahui oleh seorang warga bernama Binani. Saat itu, Binani hendak melaut untuk mencari ikan pada Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 05.25 WIB.
"Saksi melihat sesosok mayat mengambang yang kemudian terbawa arus dan ombak hingga ke sekitar pesisir pantai Pekon Balam. Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan penjemputan dan membawa jenazah ke Puskesmas Pugung," ucapnya.
Tampak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga korban pun telah membuat surat penolakan autopsi dan langsung membawa jenazah tersebut untuk dimakamkan secara layak.
Polda Banten mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan setiap penemuan jenazah diwilayah perairan dengan peristiwa hilangnya KM Arupadatu I. Terlebih, sebelum ada hasil pemeriksaan dan verifikasi resmi dari pihak berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Setiap informasi terkait KM Arupadatu I tentu akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi," ujarnya.
Diketahui, selama 10 hari operasi berlangsung, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian KM Arupadhatu I melalui jalur darat, laut, hingga udara. Pada hari terakhir, area pencarian diperluas hingga 8.509 nautical mile (NM) persegi.
Sebanyak 523 personel dilibatkan dengan mengerahkan 24 kapal untuk menyisir sejumlah sektor yang diperkirakan menjadi jalur pergeseran kapal maupun korban. Sayangnya, belum ada objek yang dapat dikonfirmasi sebagai bangkai kapal KM Arupadhatu I maupun delapan korban lainnya.
Sebagai informasi, delapan orang masih dinyatakan hilang, yakni kru Kapal:Warta (kapten), Surakman (ABK - telah ditemukan meninggal) dan Heriyanto (pemandu). Jurnalis: M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu) dan Donal (jurnalis lepas).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....