Pencegahan Karhutla, Presiden Ingin Masyarakat Peduli Api Dihidupkan Lagi

  • 25 Sep 2026 07:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto memerintahkan program Masyarakat Peduli Api dihidupkan kembali sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
  • Menteri Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pendekatan pencegahan karhutla berbasis desa menjadi salah satu fokus utama Presiden dalam mengatasinya.
  • Program Masyarakat Peduli Api akan mendapatkan dukungan tertentu dari pemerintah untuk memaksimalkan efektivitas pencegahan kebakaran secara desentralisasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta program Masyarakat Peduli Api kembali dihidupkan untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan pendekatan berbasis desa menjadi salah satu perhatian Presiden dalam penanganan karhutla.

“Bahkan tadi Bapak Presiden menyampaikan juga penanganan berbasis desa gitu ya. Masyarakat peduli api itu dihidupkan kembali dengan dukungan tertentu,” ujar Brian dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Brian mengatakan pelibatan masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran dinilai penting dalam mempercepat penanganan karhutla. Hal tersebut berdasarkan analisis dan kajian para ahli yang disampaikan dalam rapat bersama Presiden.

“Karena berdasarkan analisis, kajian dari para ahli memang yang lebih efektif, lebih efisien, lebih cepat. Untuk penanganan kebakaran itu justru berasal dari masyarakat yang ada di lokasi tersebut,” katanya.

Menurut Brian, masyarakat yang berada langsung di lokasi memiliki keunggulan dalam mengetahui kondisi kawasan dan merespons kebakaran. Karena itu, pendekatan berbasis desa dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Brian mengatakan pencegahan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan lahan gambut. “Tadi hampir semua ilmuwan ini sepakat bahwa mencegah itu jauh lebih baik, jauh lebih murah dan dampaknya juga akan jauh lebih diminimalisir,” ujarnya.

Selain menghidupkan kembali Masyarakat Peduli Api, pemerintah juga mempertimbangkan berbagai praktik baik dan kearifan lokal dalam penanganan gambut. Pengetahuan tersebut akan digunakan sebagai referensi dalam memperkuat pengelolaan kawasan gambut.

Brian menyebut pemerintah juga mendorong edukasi mengenai pentingnya menjaga gambut dan mencegah kebakaran sejak sekolah. Edukasi tersebut diharapkan membangun kepedulian masyarakat terhadap kawasan gambut sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....