Bakom RI Kerahkan Tim Khusus Cegah Penyebaran Hoaks Bencana

  • 22 Sep 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mengerahkan tim komunikasi lapangan untuk membendung penyebaran kabar bohong di lokasi bencana. Langkah strategis ini diambil guna memastikan masyarakat terdampak menerima pasokan data yang valid dan transparan.

Penyebaran informasi palsu di tengah situasi darurat berpotensi memperburuk kepanikan serta mengganggu penanganan di lapangan. Pemerintah bergerak cepat mengonsolidasikan saluran komunikasi lintas kementerian untuk memberikan kepastian informasi.

Tenaga Ahli Bakom RI, Dr. Muhammad Hidayat, menjelaskan bahwa tim lapangan bertugas menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan perkembangan penanganan secara jujur. Kehadiran petugas komunikasi secara langsung di daerah bencana menjadi benteng utama dalam menangkal disinformasi publik.

"Bakom RI menurunkan tim langsung ke lapangan. Tujuannya, guna memastikan masyarakat mendapatkan data akurat dan tidak termakan hoaks yang memperparah keadaan," kata Hidayat, sebagaimana dilansir dari Youtube RRI Pro3, Selasa, 22 September 2026.

Ia mengungkapkan bahwa hoaks kebencanaan sering kali memanfaatkan tingginya ketidakpastian informasi di tengah masa krisis. Karena itu, konferensi pers berkala digelar hingga tiga kali sehari untuk menjawab keraguan publik.

Selain penanganan disinformasi, pemerintah juga mengoptimalkan kolaborasi komunikasi risiko pada tahap pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana. Sinergi antara pemerintah daerah dan media massa terus diperkuat demi keselamatan warga.

Pemerintah menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik agar masyarakat dapat mengambil tindakan penyelematan yang tepat. Edukasi kebencanaan disalurkan secara intensif melalui kanal resmi kementerian dan lembaga terkait.

"Kami terus mengorkestrasi kementerian dan lembaga. Tujuannya, agar kekosongan informasi tidak dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebar hoaks," ujar Hidayat.

Upaya integrasi komunikasi ini diharapkan mampu membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. Perlindungan keselamatan jiwa masyarakat tetap menjadi fokus prioritas penanganan krisis nasional.

Bakom RI berkomitmen mengawal transparansi informasi krisis secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Pendekatan komunikasi yang terukur diyakini dapat menekan risiko dampak kebencanaan secara bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....