Komisi VII DPR Soroti Keterhubungan Petani dan Industri Pengolahan
- 21 Sep 2026 11:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengelolaan limbah dan prinsip industri hijau perlu berjalan bersama pengembangan hilirisasi.
- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, menekankan keterhubungan petani dengan industri untuk memperkuat akses pasar bahan baku lokal.
- Penyerapan hasil perkebunan rakyat dinilai perlu diperluas untuk memperkuat rantai pasok industri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, menekankan pentingnya menghubungkan petani dengan industri pengolahan melalui jaringan informasi dan akses pasar. Keterhubungan tersebut diperlukan agar komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan kopi dapat terserap optimal tanpa menyisakan hasil panen.
Siti menyebut Indonesia memiliki potensi bahan baku lokal yang sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, sinergi serta jaringan informasi diperlukan agar petani kelapa sawit dan komoditas lainnya terhubung langsung dengan industri yang membutuhkan bahan baku.
“Jangan sampai masyarakat merasa tidak ada channel pasar lalu membuang hasilnya. Padahal ada pabrik yang membutuhkan tetapi tidak ada akses,” ujar Siti saat meninjau Pabrik Pengolahan CPO PT Berkah Emas Sumber Terang (BEST), Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 18 September 2026.
Menurutnya, keterhubungan petani dan industri dapat memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan baku lokal. Ia menilai penyerapan hasil perkebunan rakyat oleh industri perlu terus dikembangkan dan diterapkan perusahaan sejenis di berbagai daerah.
“Apa yang dilakukan dengan menggunakan produk lokal ini harus menjadi motivasi bagi perusahaan lain. Tugas kita bersama untuk memotivasi dan menyambungkan masyarakat perkebunan dengan pengusaha yang membutuhkan bahan baku lokal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penerapan industri hijau, efisiensi energi, serta pengelolaan limbah dalam kegiatan industri pengolahan. Menurutnya, aspek lingkungan harus berjalan beriringan dengan pengembangan industri dan hilirisasi bahan baku lokal.
“Pengelolaan limbah di PT BEST kami lihat sudah ada kemajuan lebih baik, tapi tentunya harus terus kita kawal dan awasi. Limbah akan menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik, tetapi bisa menjadi energi positif jika pengelolaannya tepat,” katanya.
Ia menyebut, Komisi VII DPR RI akan terus mengingatkan pelaku usaha agar kegiatan industri tidak menimbulkan persoalan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Ia juga melihat limbah dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung efisiensi sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan.
“Komisi VII selalu mengingatkan pelaku usaha, sekecil atau sebesar apa pun produksinya, limbah jangan sampai menjadi masalah bagi masyarakat. Kalau bisa, malah diolah menjadi bahan yang mengoptimalkan daya produksi,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....