Soft Tennis Indonesia Raih Perunggu, Wakapolri Apresiasi Personel Polri
- 20 Sep 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim Beregu Putra Soft Tennis Indonesia meraih perunggu Asian Games Nagoya 2026.
- Wakapolri mengapresiasi personel Polri yang turut memperkuat perjuangan Tim Soft Tennis Indonesia.
- Indonesia melanjutkan perjuangan pada nomor tunggal, ganda, dan ganda campuran.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tim Beregu Putra Soft Tennis Indonesia meraih medali perunggu Asian Games Nagoya 2026. Capaian tersebut menjadi medali ketiga bagi Kontingen Indonesia pada ajang tersebut.
Medali diraih setelah Indonesia menembus semifinal di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Minggu, 20 September 2026. Sejumlah personel Polri turut memperkuat tim dalam perjalanan sejak fase grup hingga semifinal.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengapresiasi capaian personel Polri bersama Tim Soft Tennis Indonesia. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kontribusi personel Polri bagi bangsa melalui bidang olahraga.
“Selamat atas raihan medali yang sangat berharga ini, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia dan Polri. Para personel Polri menunjukkan semangat juang, disiplin, dan dedikasi membawa Merah Putih di panggung Asia,” ujarnya.
Tim Indonesia tergabung di Grup B bersama Nepal dan Korea Selatan. Pada laga pembuka, Indonesia menang 3-0 atas Nepal, Jumat, 18 September 2026.
Tio Hutauruk dan Fernando Sanger membuka kemenangan Indonesia setelah menundukkan pasangan Nepal 5-0. Bagus Pradewa kemudian menambah poin melalui kemenangan 4-0 pada nomor tunggal putra.
Indonesia kemudian menghadapi Korea Selatan dan harus menerima kekalahan tipis 1-2. Namun, Tio dan Fernando tetap menyumbangkan kemenangan 3-2 pada sektor ganda putra.
Hasil tersebut membawa Indonesia melaju ke perempat final sebagai runner-up Grup B. Di babak tersebut, Indonesia menyingkirkan India 2-0 untuk memastikan tiket semifinal.
Tio dan Fernando kembali menyumbangkan poin setelah mengalahkan pasangan India 5-2. Bagus Angga Boedy Pradewa kemudian mengunci kemenangan Indonesia pada nomor tunggal putra.
Perjuangan Indonesia berlanjut menghadapi tuan rumah Jepang pada semifinal, Minggu, 20 September 2026. Indonesia kalah 0-2, sehingga tim beregu putra memastikan medali perunggu.
Ketua Umum PP PESTI Irjen Pol. Awal Chairuddin mendampingi langsung tim selama berlaga di Nagoya. Menurutnya, medali tersebut lahir dari kerja keras atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan berbagai pihak.
“Perjalanan tim sangat luar biasa, saya mendampingi langsung perjuangan para atlet dari awal hingga semifinal. Mereka menunjukkan semangat juang, disiplin, dan kekompakan yang luar biasa,” ujarnya.
Awal juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Polri melalui Komite Olahraga Polri. Dukungan diberikan sejak masa persiapan hingga Tim Soft Tennis Indonesia bertanding di Asian Games.
“Terima kasih atas dukungan penuh Polri melalui Komite Olahraga Polri. Dukungan ini menjadi kekuatan dan motivasi bagi para atlet dalam menjalani persiapan hingga bertanding di Asian Games,” katanya.
Komite Olahraga Polri turut membina dan mengembangkan potensi personel Polri pada bidang olahraga. Dukungan juga diberikan kepada personel yang memperkuat Indonesia dalam kompetisi nasional maupun internasional.
Dedi kembali mengapresiasi personel Polri yang menjadi bagian perjuangan Tim Soft Tennis Indonesia di Nagoya. Menurutnya, mereka membawa nama Indonesia sekaligus semangat pengabdian dan kebanggaan institusi.
“Ketika personel Polri tampil membawa nama Indonesia, mereka juga membawa semangat pengabdian dan kebanggaan institusi. Polri akan terus mendukung personel berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa melalui olahraga,” katanya.
Setelah nomor beregu, perjuangan Indonesia berlanjut pada nomor perorangan. Para atlet akan turun pada tunggal, ganda, serta ganda campuran putra dan putri.
Dedi meminta atlet menjadikan medali beregu sebagai modal menghadapi pertandingan berikutnya. Ia berharap nomor perorangan dapat menambah raihan medali Kontingen Indonesia di Nagoya.
“Perjuangan belum selesai, jadikan pencapaian beregu ini sebagai modal kepercayaan diri yang besar. Fokus, berjuang tanpa lelah, dan dulang terus emas sebanyak-banyaknya di nomor perorangan,” ucapnya.
Kontingen Indonesia diperkuat lima atlet putra dan dua atlet putri. Lima atlet putra ialah Tio, Fernando, Bagus, Muhammad Reza Falevi, dan Rizky Zammy Febrian Laluyan.
Siti Nur Arasy dan Allif Nafiiah menjadi dua atlet putri dalam kontingen tersebut. Raihan perunggu beregu kini menjadi modal Indonesia untuk mengejar medali pada nomor perorangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....