Lamhot Sinaga Salurkan Bantuan Rp520,8 Juta untuk Warga Samosir
- 20 Sep 2026 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lamhot Sinaga menyalurkan bantuan sekitar Rp520,8 juta dalam rangkaian pelantikan PPTSB Samosir.
- Bantuan meliputi beasiswa 442 pelajar, 1.500 paket sembako, tumpak, dan doorprize.
- Lamhot menilai kegiatan budaya juga dapat mendukung pariwisata dan menggerakkan ekonomi lokal.
RRI.CO.ID, Samosir – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menyalurkan bantuan sekitar Rp520,8 juta kepada warga. Bantuan disalurkan dalam rangkaian pelantikan Pengurus PPTSB Cabang Samosir 1, 2, dan 3 periode 2026–2030.
Penyaluran dilakukan di halaman Tugu Toga Sinaga, Desa Urat II, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir. Kegiatan pada Sabtu, 19 September 2026 tersebut dihadiri sekitar 4.000 warga dan diaspora Toga Sinaga.
Lamhot mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kepada sesama. Menurut dia, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk saling membantu.
“Bagi saya, inti dari kegiatan ini adalah bagaimana kita membangun solidaritas. Kehadiran kita harus memberikan manfaat bagi sesama,” kata Lamhot, Minggu, 20 September 2026.
Menurutnya, pertemuan keluarga besar Toga Sinaga tidak hanya menjadi ruang memperkuat hubungan kekerabatan. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk saling membantu melalui berbagai bentuk kepedulian.
Bantuan terdiri atas beasiswa pelajar berprestasi sebesar Rp180,8 juta dan 1.500 paket sembako senilai Rp210 juta. Selain itu, terdapat tumpak Rp30 juta serta doorprize dengan nilai total Rp100 juta.
Jika dijumlahkan, keseluruhan bantuan yang disalurkan mencapai Rp520,8 juta. Bantuan tersebut diberikan melalui sejumlah bentuk sesuai kebutuhan dan rangkaian kegiatan.
Sebanyak 442 pelajar menerima beasiswa dengan nilai keseluruhan mencapai Rp180,8 juta. Bantuan tersebut diharapkan membantu kebutuhan pendidikan sekaligus menjadi apresiasi atas kerja keras mereka.
Lamhot mengatakan anak-anak berprestasi perlu mendapatkan apresiasi untuk menjaga semangat belajar. “Mudah-mudahan bantuan ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan mencapai pendidikan lebih tinggi,” ujarnya.
Selain beasiswa, Lamhot juga menyalurkan sebanyak 1.500 paket sembako kepada masyarakat. Setiap paket bernilai sekitar Rp140.000 sehingga total bantuan sembako mencapai Rp210 juta.
Menurut Lamhot, bantuan sembako memiliki makna sederhana tetapi penting dalam momentum kebersamaan. Kepedulian dapat dimulai dari membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Kita ingin orang yang datang ke sini merasakan bahwa kebersamaan itu ada wujudnya. Ada saudara membawa kepedulian dan berbagi dengan saudara lainnya,” katanya.
Bantuan berikutnya berupa tumpak sebesar Rp30 juta dan doorprize dengan nilai total Rp100 juta. Pemberian tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bagi warga dan diaspora Toga Sinaga.
Lamhot menilai semangat saling membantu penting dipertahankan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat. Ikatan kekerabatan akan lebih kuat apabila diterjemahkan menjadi kepedulian nyata kepada masyarakat.
“Solidaritas itu jangan hanya menjadi kata-kata. Ketika ada saudara membutuhkan, kita hadir dan ikut meringankan,” ujarnya.
Lamhot juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan potensi pengembangan budaya dan pariwisata Samosir. Menurutnya, pertemuan masyarakat dan diaspora dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Kegiatan budaya tersebut juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap perekonomian lokal. Ribuan perantau membutuhkan konsumsi, transportasi, hotel, penginapan, dan berbagai kebutuhan selama berada di Samosir.
“Kegiatan budaya seperti ini merupakan bagian penting dari ekosistem pengembangan pariwisata. Kehadiran ribuan perantau memberikan efek domino bagi ekonomi lokal,” kata Lamhot.
Menurutnya, budaya tidak hanya harus dilihat sebagai warisan yang perlu terus dijaga. Budaya juga dapat dikembangkan secara produktif apabila dikelola dengan baik.
“Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung. Budaya juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Lamhot berharap semangat berbagi dalam kegiatan tersebut terus berkembang dan tidak berhenti pada satu momentum. Kepedulian dapat dilanjutkan melalui kegiatan sosial, pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Yang paling penting adalah bagaimana kebersamaan ini memberikan manfaat. Dari pertemuan itu harus lahir kepedulian dan gotong royong,” katanya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot memiliki lingkup kerja pada beberapa sektor. Bidang tersebut mencakup perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi.
Menurut Lamhot, kegiatan budaya dapat mempertemukan pelestarian tradisi dengan penguatan ekonomi lokal. Kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat apabila dikembangkan secara berkelanjutan bersama masyarakat.
Bagi Lamhot, bantuan lebih dari setengah miliar rupiah bukan hanya soal nilai material. Bantuan tersebut menjadi cara menerjemahkan hubungan kekerabatan menjadi kepedulian dan tindakan nyata.
“Kalau kita punya kesempatan untuk berbagi, jangan kita lewatkan. Ukuran keberhasilan kebersamaan adalah manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....