Presiden Prabowo Ingatkan Masyarakat Indonesia Agar Menjadi Bangsa Kuat
- 19 Sep 2026 21:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus membangun kekuatan bangsa agar tidak mengalami penjajahan kembali.
- Kekuatan bangsa Indonesia diperlukan tidak hanya untuk pertahanan diri, tetapi juga untuk membantu masyarakat lain yang mengalami penindasan.
- Presiden mengajak Indonesia untuk berani belajar dari pengalaman sejarah penjajahan sebagai bentuk kewaspadaan dan pembelajaran.
RRI.CO.ID, Ponorogo - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya membangun Indonesia menjadi bangsa yang kuat agar tidak kembali mengalami penjajahan. Menurutnya, kekuatan bangsa juga diperlukan agar Indonesia mampu membantu masyarakat yang mengalami penindasan.
Presiden mengatakan Indonesia harus berani belajar dari pengalaman sejarah, termasuk masa ketika bangsa Indonesia berada di bawah penjajahan. “Kita pernah dijajah oleh bangsa lain, itu kenyataan yang pahit,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Presiden mengatakan para pendahulu bangsa telah berjuang melawan penjajahan. Namun, Indonesia harus jujur mengakui bahwa bangsa ini pernah berada dalam kondisi lemah dan cukup lama berada di bawah kekuasaan bangsa lain.
“Ini pahit. Tapi kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ,” kata Presiden.
Menurut Presiden, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran bagi generasi penerus bangsa. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh kembali berada dalam kondisi yang membuat bangsa lain dapat menguasai atau menekan Indonesia.
“Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat,” ujarnya.
Presiden kemudian mengaitkan kekuatan bangsa dengan kemampuan Indonesia membantu masyarakat yang mengalami penindasan. “Karena kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain,” kata Presiden.
Kepala Negara juga mendorong para santri, ulama, kiai, dan pendidik untuk membangun keberanian belajar dari kelemahan bangsa sendiri. Menurutnya, keberanian melihat kekurangan menjadi bagian penting dalam upaya membangun Indonesia yang kuat.
“Kita harus jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita,” kata Presiden.
Presiden menilai kekuatan bangsa tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga kemampuan mengelola sumber daya dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong kemandirian pangan dan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat Indonesia.
“Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain,” ujarnya.
Masa depan Indonesia, kata Presiden, berada di tangan generasi penerus, termasuk para santri dan santriwati. Presiden meminta generasi muda meneruskan perjuangan membangun bangsa yang mandiri, kuat, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....