Menteri ESDM Sebut Antrean BBM Makassar Sudah Terurai

  • 17 Sep 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kondisi antrian bahan bakar minyak di Makassar telah terurai sesuai laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
  • Stok BBM nasional masih berada dalam standar minimum kebutuhan nasional dengan ketahanan 18 hingga 20 hari.
  • Situasi BBM Makassar telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk diketahui perkembangannya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di Makassar telah terurai. Bahlil mengatakan kondisi tersebut juga telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menjelaskan stok BBM secara nasional masih berada dalam standar minimum kebutuhan nasional. Ketahanan stok BBM nasional, kata dia, berada pada kisaran 18 hingga 20 hari kebutuhan.

"BBM secara stok nasional dalam standar minimum kebutuhan nasional kita di angka 18 sampai 20 hari. Dan yang terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Bahlil, salah satu faktor yang memengaruhi antrean ialah perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi dengan RON 92 dan RON 95 beralih menggunakan BBM bersubsidi.

Bahlil mengatakan pergeseran konsumsi tersebut terjadi seiring kondisi harga minyak dunia. Harga minyak mentah dunia yang berada di atas 100 dolar AS per barel dinilai turut memberikan tekanan terhadap harga BBM nonsubsidi.

"Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang akan memilih ke sana," ujar Bahlil.

Bahlil mengatakan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk memastikan kondisi BBM di lapangan tetap terkendali. Ia menegaskan bahwa pemerintah berperan sebagai regulator, sementara implementasi distribusi BBM di lapangan dilakukan Pertamina.

"Arahannya harus segera kita tertibkan, karena kita tahu bahwa pemerintah itu regulator. Implementasi di lapangan itu adalah Pertamina, jadi saya melakukan koordinasi terus dengan Pertamina," katanya.

Bahlil mengatakan pemerintah akan terus memantau kondisi pasokan dan distribusi BBM. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....