Basarnas Kerahkan Helikopter dan Empat Kapal Cari Korban KM Virgo Transport 8

  • 13 Sep 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Basarnas mengerahkan satu helikopter dan empat kapal untuk menangani kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
  • Kapal Viro sebelumnya mengalami kecelakaan saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu 13 September 2026, dini hari.
  • Basarnas mencatat terdapat 243 orang person on board (POB) di KM Virgo Transport 8.

RRI.CO.ID, Jakarta - Basarnas mengerahkan satu helikopter dan empat kapal untuk menangani kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Kapal Viro sebelumnya mengalami kecelakaan saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu 13 September 2026, dini hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan sejumlah alat utama (alut) SAR dikerahkan. Hal ini guna mendukung operasi pencarian dan evakuasi korban.

"Dalam operasi ini, Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan berbagai alat utama (alut) SAR. Di antaranya alut udara helikopter HR-3601, KN SAR Laksamana 241, KN SAR 249 Permadi, KRI Nala, dan KN Kunyit," kata Putu dalam keterangan persnya, Minggu 13 September 2026.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa setelah menghadapi cuaca buruk. Informasi awal mengenai hilangnya kontak kapal diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 Wita dari pihak terkait.

Berdasarkan laporan tersebut, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 02.00 Wita. Basarnas mencatat terdapat 243 orang person on board (POB) di KM Virgo Transport 8.

Hingga saat ini, sebanyak 103 orang berhasil dievakuasi. Sebanyak 16 orang dievakuasi ke tugboat (TB) Mauhaw IX, terdiri atas 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Kemudian, 38 orang berhasil dievakuasi ke TB TCP dan seluruhnya dalam kondisi selamat.

Sementara itu, 49 orang lainnya berhasil dievakuasi ke MV Haida dan seluruhnya dilaporkan selamat.

Tim SAR gabungan hingga kini terus melakukan pencarian secara intensif dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Operasi pencarian dan pertolongan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI AL, instansi terkait, serta berbagai potensi SAR lainnya.

Putu menegaskan seluruh sumber daya yang tersedia terus dioptimalkan. Agar pencarian bisa maksimal menemukan korban yang masih belum ditemukan.

"Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....