Belum Genap Sebulan, Gempa Bumi Susulan Flores NTT Tembus 15.156 Kali

  • 13 Sep 2026 11:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rangkaian gempa susulan masih mengguncang wilayah Flores, NTT, hampir satu bulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi.
  • Dari total 15.156 gempa susulan yang tercatat, magnitudo terbesar mencapai M6,2. Sementara itu, gempa susulan dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo 0,9
  • BMKG juga mencatat, terdapat 38 gempa susulan dengan magnitudo lebih dari M5

RRI.CO.ID, Jakarta - Rangkaian gempa susulan masih mengguncang wilayah Flores, NTT, hampir satu bulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi. Hingga hari ini, Minggu, 13 September 2026, pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat, sebanyak 15.156 aktivitas gempa susulan.

"Dari total 15.156 gempa susulan yang tercatat, magnitudo terbesar mencapai M6,2. Sementara itu, gempa susulan dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo 0,9," kata BMKG dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 13 September 2026.

BMKG juga mencatat, terdapat 38 gempa susulan dengan magnitudo lebih dari M5. "Sebanyak 187 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat," ucap BMKG.

Data tersebut, menunjukkan bahwa aktivitas seismik di Flores belum sepenuhnya berhenti meski hampir sebulan telah berlalu sejak gempa utama magnitudo 7,7. Pemantauan terhadap rangkaian gempa susulan, masih terus dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas kegempaan di kawasan tersebut.

Diketahui, gempa utama yang memicu rangkaian aktivitas tersebut terjadi pada 15 Agustus 2026. Sejak saat itu, aktivitas kegempaan di wilayah Flores terus dipantau BMKG dan jumlah gempa susulan terus diperbarui berdasarkan hasil monitoring.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, pihaknya terus mengikuti perkembangan aktivitas gempa di Flores. Informasi mengenai gempa susulan akan diperbarui berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan BMKG.

“Gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujar Wijayanto.

Flores Back-Arc Thrust merupakan struktur sesar aktif yang berada di kawasan belakang busur Flores dan menjadi salah satu sumber aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang terjadi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

BMKG mengingatkan, masyarakat agar tidak panik menghadapi aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung. Warga juga diminta, tidak mempercayai maupun menyebarkan informasi yang tidak memiliki sumber dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat di sekitar wilayah terdampak juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Langkah tersebut, penting dilakukan untuk mengurangi risiko apabila terjadi guncangan kembali dan bangunan mengalami kerusakan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....