Kemensos Siapkan PPSE untuk Klungkung
- 13 Sep 2026 08:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos menyiapkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Klungkung
- PPSE memberikan dukungan usaha Rp5 juta untuk setiap keluarga penerima manfaat
- Program diarahkan untuk mengembangkan usaha sesuai potensi daerah dan mengurangi ketergantungan bansos
- Klungkung memiliki potensi pariwisata, pertanian, dan budidaya rumput laut
- Kemensos dan Pemkab Klungkung juga membahas kesiapsiagaan bencana serta rencana pembangunan Sekolah Rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Klungkung, Bali. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan usaha masyarakat sesuai potensi daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan hal itu saat menerima audiensi Bupati Klungkung I Made Satria. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis 10 September 2026.
Agus Jabo mengatakan PPSE dapat dimanfaatkan keluarga penerima manfaat yang memiliki kesiapan mengembangkan usaha. Kemensos memberikan dukungan usaha sebesar Rp5 juta untuk setiap keluarga penerima manfaat.
“Yang bisa diusulkan untuk Klungkung itu pertama mungkin PPSE. PPSE itu pemberdayaan, kita membantu masyarakat untuk keluar dari bansos,” kata Agus Jabo.
Menurutnya, bentuk usaha dapat disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masyarakat setempat. Usaha tersebut antara lain peternakan, perikanan, budidaya, dan kegiatan produktif lainnya.
“Masyarakat memang membutuhkan untuk keberdayaan. Misal ingin beternak, ingin pelihara ikan, gitu. Dukungannya Rp5 juta per keluarga,” ujarnya.
Agus Jabo meminta Pemkab Klungkung berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos. Pendamping Program Keluarga Harapan juga diminta membantu memetakan keluarga yang siap mengikuti program.
Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan daerahnya memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, dan budidaya rumput laut. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami memiliki potensi, tapi belum tergarap dengan baik,” kata Satria.
Klungkung memiliki sekitar 225 ribu penduduk dengan sebagian masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian. Selain pertanian lahan kering, masyarakat juga mengembangkan budidaya rumput laut dan sektor pariwisata yang terus tumbuh.
Satria mengatakan Pemkab Klungkung ingin mengembangkan potensi daerah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berharap dapat menyinergikan berbagai program pemerintah pusat.
“Melihat kondisi sosial kami di Kabupaten Klungkung ini cukup membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Kami ingin menyinergikan program-program yang ada,” ujarnya.
Sepanjang 2025, bantuan sosial Kemensos di Kabupaten Klungkung tercatat mencapai Rp48,82 miliar kepada 15.745 keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut mencakup sejumlah program, termasuk bantuan bagi anak yatim piatu, permakanan, BLTS, dan PBI Jaminan Kesehatan.
Pertemuan juga membahas kesiapsiagaan bencana mengingat Klungkung memiliki wilayah kepulauan dan sejumlah risiko bencana. Kemensos menawarkan pembentukan Kampung Siaga Bencana yang dilengkapi dengan lumbung sosial.
Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana mengatakan daerahnya memiliki pengalaman menjadi wilayah penyangga saat erupsi Gunung Agung. Ketika itu, sebagian warga Kabupaten Karangasem mengungsi ke Klungkung.
“Kalau kami lebih dekat dengan permasalahan erupsi Gunung Agung. Warga dari Kabupaten Karangasem sebagian besar kami yang menampung untuk pengungsian,” kata Lesmana.
Selain pemberdayaan dan kesiapsiagaan bencana, Kemensos dan Pemkab Klungkung membahas rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah kabupaten menyatakan siap mengupayakan lahan dan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....