Semester I 2026, Ekspor Produk Perikanan Indonesia Capai US$3 Miliar

  • 12 Sep 2026 23:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 566,25 ribu ton dengan sekitar 3 miliar dolar AS atau setara Rp52,6 triliun.
  • Produk perikanan Indonesia kini telah dipasarkan ke 152 negara yang tersebar di kawasan Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah, Australia dan Selandia Baru, hingga negara-negara di kawasan Pasifik.
  • Kinerja ekspor perikanan juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 566,25 ribu ton. Adapun nilainya mencapai sekitar 3 miliar dolar AS atau setara Rp52,6 triliun.

Demikian disampaiian Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ishartini dalam keterangan pers KKP di Jakarta, Sabtu 12 September 2026. Ia mengatakan kinerja ekspor tersebut ditopang sejumlah komoditas unggulan.

“Nilainya diperkirakan Rp52,6 triliun,” ujar Ishartini. Sejumlah produk perikanan yang menjadi andalan ekspor Indonesia antara lain udang vanname, rumput laut, tuna, sarden, tenggiri, cakalang, cumi-sotong-gurita, karagenan, kerapu, serta kepiting dan rajungan.

Ishartini mengatakan produk perikanan Indonesia kini telah dipasarkan ke 152 negara yang tersebar di kawasan Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah, Australia dan Selandia Baru. Hingga negara-negara di kawasan Pasifik.

Menurutnta, perluasan pasar tersebut didukung penerapan sertifikasi mutu dengan standar internasional dari sektor hulu hingga hilir. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia.

KKP mencatat hingga akhir semester I 2026 terdapat 1.162 perusahaan perikanan yang telah memenuhi sertifikasi mutu KKP dan melakukan kegiatan ekspor. Jumlah tersebut terdiri atas 900 unit pengolah ikan (UPI), 229 unit pengekspor ikan hidup, dan 33 unit produksi benih ikan.

Ishartini mengatakan kinerja ekspor perikanan juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja. Di Sulawesi Selatan, misalnya, unit pelaksana teknis (UPT) Badan Mutu KKP telah membantu 144 unit pengolahan ikan lokal melakukan ekspor ke 46 negara.

Kegiatan tersebut turut menyerap 8.389 tenaga kerja. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, frekuensi ekspor dari UPI lokal tersebut mencapai 8.540 kali pengiriman.

Ishartini menegaskan layanan sertifikasi mutu yang diberikan KKP tidak dipungut biaya dan proses pendaftarannya dilakukan secara daring.

“Badan Mutu memiliki 46 unit pelaksana teknis tersebar di seluruh Indonesia, yang siap mengeksekusi quality assurance (QA) di sepanjang rantai produksi hingga membuat perusahaan siap ekspor,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....