TNI Siapkan Latihan Trident Resolve Hadapi Ancaman Nontradisional
- 12 Sep 2026 17:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TNI mempersiapkan latihan Trident Resolve yang dijadwalkan berlangsung 21-25 September 2026 di Banten untuk meningkatkan kapasitas menghadapi bencana dan ancaman keamanan nontradisional.
- Latihan ini menggabungkan tiga aspek strategis: keamanan maritim, keamanan siber, dan kedokteran militer dalam satu skenario terintegrasi.
- Latihan Trident Resolve melibatkan kerja sama negara-negara ASEAN Plus, menunjukkan komitmen TNI dalam memperkuat kemitraan pertahanan regional.
RRI.CO.ID, Jakarta - TNI menyiapkan latihan Trident Resolve untuk memperkuat kemampuan menghadapi bencana dan ancaman keamanan nontradisional. Latihan tersebut menggabungkan aspek keamanan maritim, keamanan siber, serta kedokteran militer dalam satu skenario.
Kabid Kerja Sama ASEAN Puskersin TNI Kolonel Arm David Eldo mengatakan, latihan melibatkan negara ASEAN Plus. Trident Resolve dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 25 September 2026 di Banten.
“Materinya adalah keamanan maritim, keamanan siber dan kedokteran militer. Nah ini lumayan menarik skenarionya, itu terjadi bencana,” ujar David saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Dalam skenario latihan, bencana terjadi di wilayah Banten dan membutuhkan proses evakuasi korban. Situasi kemudian diperumit dengan gangguan komunikasi sebagai simulasi ancaman siber.
David mengatakan, spek keamanan maritim juga dilibatkan untuk mendukung proses evakuasi korban bencana. Kapal perang dan kapal rumah sakit akan disimulasikan memberikan bantuan dalam penanganan korban.
“Terjadi bencana di daerah Banten, kemudian begitu mau evakuasi terjadi ada gangguan komunikasi. Dari keamanan maritim, nanti ada kapal perang maupun kapal rumah sakit,” katanya.
Kapal perang dan kapal rumah sakit tersebut disiapkan dalam skenario untuk mendukung proses evakuasi. Simulasi itu menguji koordinasi berbagai unsur dalam menghadapi situasi darurat.
Latihan tersebut menjadi bagian dari kerja sama pertahanan dalam kerangka ASEAN Plus. Kerja sama melibatkan ASEAN bersama delapan negara mitra, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan Jepang.
David mengatakan, latihan dirancang meningkatkan koordinasi dan interoperabilitas antarangkatan bersenjata dalam berbagai situasi. Kemampuan tersebut diperlukan menghadapi kondisi darurat, baik bencana maupun ancaman keamanan.
Latihan Trident Resolve mengintegrasikan kelompok kerja HADR (Humanitarian Assistance and Disaster Relief), Military Medicine, dan Cyber Security. Penggabungan tersebut memungkinkan peserta menguji koordinasi penanganan situasi kompleks secara bersama. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....