Sinergi Elemen Bangsa Dinilai Penting dalam Upaya Sejahterakan Rakyat

  • 11 Sep 2026 11:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sinergitas lintas partai politik (parpol) dan tokoh bangsa menegaskan komitmen dalam membangun Indonesia di tengah keberagaman
  • Kehadiran Presiden Prabowo, pimpinan parpol, dan tokoh bangsa dalam puncak HUT ke-25 Partai Demokrat menunjukkan semangat persatuan
  • Ketua Harian Partai Ummat, Heikal Safar menyebut kolaborasi dan sinergi seluruh elemen bangsa diperlukan untuk tujuan mensejahterakan rakyat

RRI.CO.ID, Jakarta - Sinergitas lintas partai politik (parpol) dan tokoh bangsa dinilai penting dalam upaya membangun Indonesia di tengah keberagaman. Perihal ini, seperti tergambar saat kehadiran Presiden Prabowo, pimpinan parpol, dan tokoh bangsa dalam puncak HUT ke-25 Partai Demokrat menunjukkan semangat persatuan.

Ketua Harian Partai Ummat, Heikal Safar menyebut kolaborasi dan sinergi seluruh elemen bangsa diperlukan untuk tujuan mensejahterakan rakyat. Dukungan tersebut terlihat dari hadirnya Presiden RI-6 Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kemudian juga turut hadir sejumlah menteri kabinet Merah Putih, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPR Puan Maharani. Serta, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

"Kehadiran Partai Ummat, parpol, dan tokoh dalam puncak HUT ke-25 Partai Demokrat, menjadi jalan pembuka bagi partai politik. Untuk membangun sinergi antara partai parlemen dan partai non-parlemen melalui aliansi strategis di beberapa tingkatan, lobi, dukungan elektoral," kata Heikal dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Jumat 11 September 2026.

Heikal menegaskan pentingnya sinergi lintas parpol, terlebih setelah Partai Ummat melakukan penyegaran struktural pada September 2026. Ia memberikan masukan agar parpol di parlemen membantu melobi hambatan elektoral yang membatasi ruang gerak partai baru.

"Mengusulkan Partai Ummat dapat dilibatkan dalam menyusun metode kerjasama. Untuk membentuk kerjasama formal dan informal dalam kebijakan atas beberapa isu di pemerintahan," ucapnya.

Sekretaris Eksekutif Partai Ummat, Taufik Hidayat mengapresiasi pertemuannya dengan sesama partai non-parlemen di Sekretariat Bersama (SEKBER). Partai Ummat terus berupaya mendorong pengurangan ambang batas parlemen, untuk mendukung berjalannya demokrasi yang adil dan transparan.

"Kami berharap partai di parlemen dapat lebih transparan dan inklusif dalam merevisi Undang-Undang Pemilu yang akan datang. Dan bisa membuat kerangka kerja legislatif yang tidak lagi eksklusif," ujar Taufik.

Dalam perayaan ulang tahun perak Partai Demokrat ini dilakukan sesi foto bersama antar pimpinan partai politik. Hal ini sebagai simbol persahabatan lintas elemen atas dedikasi 25 tahun Partai Demokrat yang telah turut membangun Indonesia

"Langkah ini dinilai krusial demi memastikan setiap partai. Termasuk Partai Ummat mendapatkan kesempatan bersaing yang setara dan adil pada pemilu mendatang.” pungkasnya.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan makna demokrasi yang sesungguhnya serta pentingnya kerja sama. Menurutnya, persaingan dalam pemilu hanya bersifat sementara, sedangkan upaya menjaga persatuan untuk membangun bangsa harus terus berlangsung.

AHY yang menjabat Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini menyebut politik bukan sekadar soal perebutan kekuasaan dan kompetisi. Melainkan tentang tanggung jawab serta pengabdian, dimana seluruh kader Demokrat menyadari partainya bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk mendukung penuh program-program Pemerintah. Sambil tetap mengawal demokrasi dengan mengedepankan persaudaraan dan kolaborasi meski kontestasi pemilu telah usai," tutup AHY.

Sejumlah Menteri dan Wakil Menteri turut hadir, yaitu Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman, dan Wamen Transmigrasi Viva Yoga. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan.

Kemudian, Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Luar Negeri Sugiono. Lalu, Menteri Sekertaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekertaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....