Menaker: Data Sakernas Bantu Petakan Kebutuhan Tenaga Kerjs

  • 10 Sep 2026 11:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemanfaatan data Sakernas memiliki empat fungsi strategis yang saling berkaitan dalam mendukung kebijakan ketenagakerjaan nasional tersebut
  • Yassierli menginstruksikan Barenbang Kemnaker agar responsif mengelola serta memanfaatkan data ketenagakerjaan yang tersedia secara optimal untuk kebijakan nasional
  • Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan komitmen menyediakan data statistik ketenagakerjaan berkualitas bagi pemerintah secara berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan data Sakernas membantu pemerintah memetakan kebutuhan tenaga kerja secara akurat dan tepat sasaran nasional. Data tersebut diperlukan untuk memahami dinamika pasar kerja serta menyusun kebijakan ketenagakerjaan sesuai kondisi lapangan yang terus berkembang.

Yassierli menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam Webinar Optimalisasi Pemanfaatan Data Sakernas untuk Kebijakan Ketenagakerjaan , Rabu, 9 September 2026. Menurutnya, data merupakan komoditas bernilai tinggi yang diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan ketenagakerjaan secara lebih tepat dan terukur.

"Pemanfaatan data Sakernas memiliki empat fungsi strategis yang saling berkaitan dalam mendukung kebijakan ketenagakerjaan nasional tersebut. Pertama, data digunakan memantau kondisi pasar kerja secara terintegrasi melalui platform SIAPkerja milik Kementerian Ketenagakerjaan secara dan terukur," ujarnya.

Fungsi kedua, lanjutnya, adalah mendiagnosis persoalan ketenagakerjaan, termasuk mengidentifikasi ketidaksesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri saat ini secara tepat. Ketiga, data membantu pemerintah merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan menentukan intervensi program secara lebih presisi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Data akurat juga mendukung kebijakan transisi pendidikan menuju dunia kerja melalui Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi nasional.

Keempat, data Sakernas memperkuat basis argumen pemerintah dalam penyusunan kebijakan dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait.

Yassierli menginstruksikan Barenbang Kemnaker agar responsif mengelola serta memanfaatkan data ketenagakerjaan yang tersedia secara optimal untuk kebijakan nasional. Langkah tersebut diperlukan agar pemanfaatan data mampu mendukung perumusan kebijakan ketenagakerjaan yang sesuai kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan komitmen menyediakan data statistik ketenagakerjaan berkualitas bagi pemerintah secara berkelanjutan. BPS juga memperkuat kolaborasi strategis dengan kementerian, lembaga, serta ILO Jakarta untuk menyajikan gambaran ketenagakerjaan yang utuh.

"Data statistik bukan sekadar angka. Melainkan fondasi memahami persoalan dan menentukan arah kebijakan yang tepat sasaran," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....