Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Kepengurusan PBNU Profesional dan Inklusif
- 10 Sep 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gus Lilur, tokoh muda NU, memberikan dukungan penuh kepada Gus Kikin dalam menyusun struktur kepengurusan PBNU dengan standar profesional, inklusif, dan representatif di tingkat nasional.
- Kepengurusan baru PBNU diharapkan mengutamakan tiga aspek utama: kapasitas, integritas, dan keterwakilan kader NU dari berbagai daerah untuk memperkuat organisasi.
- Ketua Umum PBNU memiliki kewenangan penuh untuk menentukan susunan kepengurusan sesuai kebutuhan organisasi dan memberikan peluang bagi kader-kader berpengalaman dan berkompeten.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Gus Lilur mendukung Ketua Umum PBNU Gus Kikin menyusun kepengurusan secara profesional, inklusif, dan representatif secara nasional. Gus Lilur mengatakan, penyusunan kepengurusan perlu mengedepankan kapasitas, integritas, serta keterwakilan kader NU dari berbagai daerah.
Menurutnya, Ketua Umum PBNU memiliki kewenangan menentukan jajaran pengurus sesuai kebutuhan organisasi. “Penyusunan kepengurusan PBNU harus bertumpu pada indikator profesionalisme dan meritokrasi," kata ujar Gus Lilur di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
"NU adalah entitas multisektoral yang membutuhkan kapasitas kepemimpinan yang adaptif dan teruji. Kepengurusan secara profesional, inklusif, dan representatif secara nasional," ujarnya, menambahkan.
Ia juga menanggapi sejumlah nama yang disebut masuk bursa kepengurusan PBNU, termasuk Lukman Edy yang dikaitkan dengan posisi Sekretaris Jenderal. Menurut Gus Lilur, pengalaman di pemerintahan maupun organisasi dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan kepengurusan, sepanjang sesuai kebutuhan dan kepentingan organisasi.
“Kehadiran figur dengan portofolio kepemimpinan yang kuat adalah bentuk pemanfaatan modal manusia yang rasional. Sinergi antara Ketua Umum dan jajarannya harus dinilai dari efektivitas kerja serta komitmen terhadap khittah NU,” katanya.
| Baca juga: Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031 |
Selain kapasitas, ia menilai struktur PBNU perlu mencerminkan keterwakilan kader dari berbagai wilayah Indonesia. Hal itu dinilai penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menjangkau kebutuhan warga NU di daerah.
“PBNU adalah artikulasi keberagaman Indonesia. Historisitas dan kontribusi Jawa Timur sangat substansial, namun tata kelola PBNU harus mencerminkan asas keberimbangan nasional,” ujarnya.
Gus Lilur mengajak seluruh elemen NU memberikan kesempatan kepada kepemimpinan baru menjalankan mandat Muktamar. Ia berharap polemik penyusunan kepengurusan tidak berlarut sehingga PBNU dapat segera fokus pada konsolidasi dan program kerja.
“Saatnya PBNU melangkah ke fase konsolidasi strategis. Sehingga kepemimpinan baru menjalankan mandat Muktamar," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....