Kemenhub Pastikan Operasional Bandara Kembali Normal Pascaterdampak Erupsi

  • 10 Sep 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menhub Dudy Purwagandhi memastikan operasional sejumlah bandara terdampak erupsi kembali berjalan normal sejak Selasa, 8 September 2026
  • Soekarno-Hatta mencatat 875 penerbangan pada 8 September dan dijadwalkan melayani 966 penerbangan dengan 131.495 penumpang
  • Kemenhub bersama BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, dan pemangku kepentingan terus memantau dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan operasional penerbangan di sejumlah bandar udara terdampak erupsi kembali berjalan normal. Operasional penerbangan kembali berlangsung setelah bandar udara tersebut dibuka kembali oleh Kemenhub, Selasa, 8 September 2026.

Dudy mengatakan, keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas meskipun aktivitas penerbangan telah kembali berjalan normal sepenuhnya. Pemantauan dan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kondisi penerbangan tetap aman bagi masyarakat dan pengguna jasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudy setelah sejumlah bandara kembali beroperasi, di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026. Bandar udara yang sebelumnya terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah dibuka kembali pada Selasa.

“Bandar udara yang sebelumnya terdampak telah kembali dibuka pada Selasa dan sejak saat itu operasional penerbangan berjalan dengan normal sampai hari ini. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Bandar udara tersebut meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, dan Pondok Cabe di Indonesia. Selain itu, bandara terdampak lainnya mencakup Muhammad Taufiq Kiemas, Raden Inten II, serta Atung Bungsu di Sumatera.

Kemenhub tetap memantau kondisi ruang udara dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau meskipun penerbangan telah kembali normal. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang berpotensi mempengaruhi keselamatan serta kelancaran penerbangan nasional.

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta mencatat 875 penerbangan domestik maupun internasional selama operasional berlangsung, Selasa, 8 September 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 436 penerbangan keberangkatan dan 439 penerbangan kedatangan selama operasional tersebut.

Pada 9 September 2026, Soekarno-Hatta dijadwalkan melayani 966 penerbangan dengan estimasi mencapai 131.495 penumpang. Jadwal tersebut mencakup 722 penerbangan domestik dan 244 penerbangan internasional pada 9 September 2026.

“Kami memastikan operasional penerbangan terus berjalan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, bandar udara, dan maskapai penerbangan,” ucap Menhub Dudy.

Kementerian Perhubungan bersama BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai, dan pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan. Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan nasional.

PVMBG mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 9 September 2026 pukul 00.47 WIB dan berstatus Level III Siaga. BMKG menyatakan hingga saat ini tidak terdapat informasi abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....