Momen Hangat Presiden Prabowo Puji SBY Sebagai Taruna Terbaik

  • 10 Sep 2026 09:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto mengenang pengalaman pendidikannya bersama mantan Presiden SBY di Akademi Militer dengan nada yang bercanda dan menghibur.
  • Prabowo menyebut SBY sebagai taruna terbaik saat mereka bersekolah di Akmil, sementara dirinya mengakui masih memerlukan perbaikan.
  • Momen berbagi cerita tersebut disampaikan saat Presiden menghadiri acara puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta pada 9 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengenang masa pendidikannya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Akademi Militer (Akmil). Presiden menyebut SBY sebagai taruna terbaik, sementara dirinya mengaku sebagai taruna yang masih bisa diperbaiki.

Kisah itu disampaikan dengan nada bercanda dan disambut tawa hadirin. Momen tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

"Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akmil. Masuknya satu angkatan. Keluarnya angkatan di bawahnya," ujar Presiden.

Kepala Negara kemudian mengenang SBY sebagai sosok yang sejak awal pendidikan militer sudah menunjukkan kemampuan menonjol. Presiden menilai SBY merupakan taruna terbaik dalam angkatannya.

"Memang dari awal, sudah kelihatan bahwa Pak SBY memang taruna yang terbaik. Tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki," kata Presiden, disambut tawa hadirin.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan rasa terima kasih karena mendapat kehormatan menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat. Momen tersebut juga sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-77 SBY sebagai penggagas dan pendiri Partai Demokrat.

Presiden Prabowo kemudian mengaitkan perjalanan dirinya dan SBY dari dunia militer hingga terjun ke politik. Menurutnya, keduanya sama-sama pernah menjadi jenderal dan dididik sebagai tentara rakyat yang mengutamakan pengabdian kepada masyarakat.

Presiden menilai SBY telah memberikan contoh dengan mengakhiri karier militernya di TNI. Kemudian SBY membangun partai politik dan maju kepada rakyat untuk memperoleh mandat melalui jalur demokrasi.

"Kalau nyontek yang baik, boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat, minta mandat," ujarnya.

Presiden mengatakan dirinya juga sempat empat kali tidak mendapatkan mandat rakyat sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden RI. Pengalaman tersebut, kata Presiden, merupakan bagian dari perjalanan demokrasi yang harus diterima dengan lapang.

Presiden menegaskan perbedaan pilihan politik tidak seharusnya menghilangkan persahabatan dan persatuan. Presiden menilai demokrasi memungkinkan setiap pihak bersaing, menyampaikan kritik dan saran, tetapi tetap menjaga kerukunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....