HUT ke-25 PD, Presiden Prabowo: Partai Demokrat tidak Caci-Maki dan Bakar-bakar

  • 10 Sep 2026 05:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menilai Partai Demokrat memiliki sikap politik yang bijaksana dengan tidak menimbulkan kegaduhan saat berada di luar lingkaran kekuasaan.
  • Partai Demokrat dipuji karena tidak pernah menyulutkan tensi politik nasional ketika tidak berada di pemerintahan dan tetap menghormati perbedaan pandangan politik.
  • Presiden menekankan bahwa demokrasi yang sehat harus menjunjung tinggi persahabatan dan persaudaraan, bukan sekadar perbedaan kepentingan politik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai, Partai Demokrat (PD) memiliki sikap politik yang bijaksana. Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam sambutan puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta
Sikap kebijaksanaan tersebut dinilai Presiden, dengan tidak melakukan kegaduhan, saat partai berlambangkan 'Segitiga Mercy' tidak berada dilingkaran kekuasaan. Kepala Negara menuturkan, saat Partai Demokrat di luar kekuasaan, tidak pernah menyulutkan tensi politik nasional.
Partai yang digagas Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut diungkapkan Kepala Negara, menghormati setiap perbedaan pandangan politik. Hal ini ditegaskan Presiden Prabowo, menjadi sikap menjaga demokrasi yang harus menjunjung tinggi oleh setiap elemen bangsa.
"Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang, pernah di puncak, pernah (tidak) di pemerintahan. Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki, Partai Demokrat tidak bakar-bakar," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyatakan sikap berdemokrasi juga selayaknya tidak menghilangkan rasa persahabatan dan persatuan. Presiden menyebut bahwa Indonesia merupakan negara yang berlandaskan pada persahabatan dan persaudaraan, dalam menjaga persatuan bangsa.
Ditegaskan Presiden, hal tersebut menjadi wujud akan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Meski berdemokrasi ada persaingan dan kritikan, namun hal tersebut tidak boleh meruntuhkan semangat saling menghormati dalam menjaga demokrasi.
"Bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan. Tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga," ujar Presiden Prabowo.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....