Pemerintah Siapkan BSI dan BRI untuk Program Pembukaan Rekening

  • 09 Sep 2026 23:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah siapkan Rp11 triliun untuk pembukaan rekening perbankan
  • Pemerintah menugaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menangani pembukaan rekening
  • Penyaluran bantuan sosial (Bansos) melalui BRI dan BSI

RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah menugaskan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menyiapkan rekening bagi masyarakat. Pembukaan rekening tersebut merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara , Rosan Roeslani mengatakan manajemen BRI dan BSI telah berkoordinasi untuk pembukaan rekening. Rencanannya pemerintah menugaskan BRI untuk menangani pembukaan rekening masyarakat di seluruh Indonesia dan BSI dipersiapkan untuk di Aceh.

"BRI dan BSI memang dari manajemennya juga sudah koordinasi. Koordinasi agar pembukaan dari rekening di seluruh Indonesia melalui BRI dan untuk Aceh itu bisa dengan BSI, bisa terlaksana dengan secepatnya," kata Rosan yang juga merupakan Menteri Investasi dan Hilirasasi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Adapun pengisian dana atau saldo awal yakni Rp50 ribu per rekening. Namun pemerintah masih menyusun skema dana awal pembukaan rekening, apakah diambil dari APBN atau sumber pembiayaan lainnya.

"Mekanismenya lagi dirancang segera kok," katanya. Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp 11 triliun untuk pembukaan rekening bank.

Pemerintah menargetkan 200 juta jiwa rakyat Indonesia memiliki rekening. Airlangga mengatakan salah satu alasan pemerintah mendorong rakyat memiliki rekening koran, karena bantuan sosial (Bansos) akan disalurkan melalui BRI dan BSI.

"Totalnya kalau Rp200 juta penduduk berarti kira-kira Rp 600 juta atau sekitar Rp 11 trilun lah. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah," kata Menteri Airlangga.

Airlangga mengatakan data- data pembukaan rekening berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jadi masyarakat yang berusia 17 tahun, secara otomatis memiliki rekening.

"Kita kerja sama dengan Dukcapil mengenai data-data NIK. Nanti kan ada teknisnya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....