Putra Jusuf Ronodipuro Menilai RRI Hadapi Tantangan Era Digital
- 09 Sep 2026 12:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Irawan Ronodipuro menilai perubahan ekosistem informasi menghadirkan tantangan baru bagi RRI dalam menyediakan informasi cepat dan terpercaya.
- Maraknya disinformasi dan manipulasi digital menjadi isu krusial yang memerlukan peran media massa seperti RRI untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya masyarakat.
- RRI memiliki sejarah panjang dalam perjuangan Republik Indonesia dan memiliki peran strategis dalam menyuarakan keberadaan negara sejak awal.
RRI.CO.ID, Jakarta – Putra Jusuf Ronodipuro, Irawan Ronodipuro, menilai perubahan ekosistem informasi menghadirkan tantangan baru bagi Radio Republik Indonesia (RRI). Menurutnya, masyarakat kini membutuhkan informasi cepat sekaligus terpercaya di tengah maraknya disinformasi dan manipulasi digital.
Irawan mengatakan, RRI memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perjuangan Republik Indonesia. Sejak awal, RRI berperan menyuarakan keberadaan Republik ketika bangsa menghadapi berbagai keterbatasan.
“RRI menjadi suara berdirinya Republik. Melalui radio, rakyat di berbagai penjuru Indonesia mengetahui Republik Indonesia berdiri,” kata Irawan dalam Sarasehan ‘RRI Kemarin, Kini, dan Nanti’ di Auditorium Jusuf Ronodipuro RRI, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Ia mengatakan, keberanian para pendahulu RRI menunjukkan pentingnya suara dalam mempertahankan keberadaan Republik Indonesia. “Ada sebuah kalimat yang menurut saya sangat tepat menggambarkan semangat itu, yaitu ‘Sekali di udara, tetap di udara'," ujarnya.
Menurut Irawan, perkembangan teknologi membuat pola masyarakat dalam memperoleh informasi berubah sangat cepat. Masyarakat kini dapat memperoleh informasi melalui televisi, portal berita, media sosial, podcast, hingga kecerdasan artifisial atau AI.
Ia menilai perubahan tersebut menciptakan ekosistem informasi yang semakin cepat, tanpa batas, dan sulit dikendalikan. Kondisi itu juga menghadirkan persoalan disinformasi, misinformasi, manipulasi informasi, deepfake, hingga propaganda digital.
Putra salah satu pendiri RRI itu menilai kondisi tersebut justru memperkuat relevansi media publik dalam menyediakan informasi terpercaya. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang benar, memiliki arah, serta dapat menjadi pedoman menghadapi derasnya arus informasi.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga informasi yang benar. Masyarakat tidak hanya membutuhkan suara yang keras, tetapi suara yang dipercaya,” kata Irawan.
Karena itu, Irawan menilai masa depan RRI tidak cukup dibicarakan dari perspektif keberlangsungan radio semata. Perubahan kebutuhan masyarakat, menurutnya, perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan relevansi dan arah RRI di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....