Haornas 2026: Ini Dia Tema, Logo, dan Sejarah Olahraga Indonesia

  • 09 Sep 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Haornas ke-43 tahun 2026 mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”.
  • Sejarah Haornas berkaitan dengan penyelenggaraan PON I di Solo pada 9 September 1948.
  • Haornas mendorong kebugaran, partisipasi masyarakat, prestasi nasional, serta penguatan industri olahraga berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Olahraga Nasional ke-43 diperingati pada 9 September 2026 dengan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”. Peringatan tahun ini kembali menegaskan olahraga sebagai bagian penting kehidupan, kebugaran, prestasi, dan persatuan bangsa.

Mengutip Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Haornas berakar dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama di Solo. Ajang tersebut berlangsung pada 9–12 September 1948 dan menjadi tonggak penting sejarah olahraga Indonesia.

Berawal dari PON I 1948

Kala itu, Indonesia belum diterima sebagai anggota International Olympic Committee sehingga atlet nasional gagal tampil di Olimpiade London. Indonesia sempat ditawari menggunakan paspor Belanda, tetapi tawaran tersebut ditolak demi mempertahankan identitas negara merdeka.

Kondisi tersebut mendorong tokoh olahraga nasional menyelenggarakan kompetisi berskala nasional sebagai bentuk kemandirian bangsa. Gagasan itu diwujudkan melalui PON I di Solo, Jawa Tengah, pada September 1948.

PON I kemudian menjadi tonggak penting dalam perjalanan olahraga nasional setelah Indonesia memperoleh kemerdekaan. Olahraga saat itu juga menjadi sarana memperkuat persatuan sekaligus menunjukkan eksistensi Indonesia sebagai negara merdeka.

Tanggal pembukaan PON I, yakni 9 September 1948, kemudian memiliki makna khusus bagi olahraga Indonesia. Momentum tersebut selanjutnya menjadi dasar penting dalam perjalanan penetapan Hari Olahraga Nasional.

Pembahasan penetapan Haornas sebelumnya berlangsung dalam Sidang Paripurna KONI XIII di Senayan pada Mei 1983. Ketua Umum KONI Pusat Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengusulkan momentum khusus untuk olahraga nasional.

Usulan tersebut diarahkan untuk membangkitkan semangat masyarakat berolahraga sekaligus meningkatkan prestasi olahraga nasional. Pada 9 September 1983, Presiden Soeharto menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Olahraga Nasional.

Penetapan itu disampaikan ketika Presiden Soeharto meresmikan pemugaran Stadion Sriwedari di Surakarta. Penetapan resmi kemudian dituangkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1985.

Dorong Masyarakat Aktif Berolahraga

Peringatan Haornas menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aktivitas olahraga dan kebugaran. Tantangan saat ini adalah menjadikan olahraga sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

Haornas 2026 diarahkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga sekaligus memperkuat budaya hidup aktif dan bugar. Olahraga diharapkan tidak hanya identik dengan atlet profesional, tetapi hadir dalam rutinitas masyarakat sehari-hari.

Berdasarkan Surat Edaran Peringatan Haornas ke-43 Nomor B/BO.04/9.7.43/MPO/IX/2026, partisipasi olahraga masyarakat menjadi perhatian utama. Peringatan tersebut juga diarahkan meningkatkan kebugaran sekaligus memperkuat prestasi olahraga nasional.

Selain itu, Haornas mendorong pembangunan budaya hidup aktif dan bugar di tengah masyarakat. Penguatan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan juga menjadi bagian dari tujuan peringatan tahun ini.

Tema Haornas 2026

Haornas 2026 mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” pada peringatan ke-43. Tema tersebut menekankan pentingnya olahraga sebagai kebiasaan seluruh lapisan masyarakat.

Melalui tema tersebut, masyarakat didorong meningkatkan partisipasi dalam kegiatan olahraga dan menjaga kebugaran. Semangat itu juga berkaitan dengan peningkatan prestasi nasional serta penguatan ekosistem industri olahraga.

Logo Haornas 2026

Logo Haornas 2026 didominasi warna merah dengan tulisan putih “Haornas 2026 Hari Olahraga Nasional”. Identitas visual tersebut juga memuat tema resmi peringatan dan bentuk menyerupai obor menyala.

Obor tersusun dari stilasi figur yang menggambarkan aktivitas lari, bersepeda, angkat besi, voli, dan bulu tangkis. Elemen tersebut menggambarkan keberagaman aktivitas olahraga sekaligus semangat masyarakat untuk terus bergerak.

Logo tersebut menjadi identitas Haornas ke-43 sekaligus simbol semangat masyarakat untuk terus aktif bergerak. Peringatan tahun ini diharapkan semakin memperkuat olahraga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....