Menkomdigi Tekankan Pengembangan AI Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

  • 09 Sep 2026 04:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pengembangan AI harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya terfokus pada kecanggihan teknologi.
  • Pengembangan dan pemanfaatan AI harus mampu menjawab kebutuhan dan persoalan kehidupan masyarakat sehari-hari.
  • Penekanan ini disampaikan Menkomdigi dalam acara XI International Scholas Chairs Congress 2026 di Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu ditekankan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam XI International Scholas Chairs Congress 2026.

Menkomdigi menegaskan bahwa pengembangan AI saat ini, tidak boleh hanya terhenti pada kecanggihan teknologinya. Namun dikatakan Menkomdigi, pengembangan dan pemanfaatan AI, harus mampu menjawab kebutuhan dan persoalan kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Tujuan bersama kita adalah mengembangkan Meaningful AI, yaitu AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Lebih lanjut Menkomdigi menuturkan bahwa saat ini, AI telah bergerak cepat, dari tahap eksperimentasi menuju kehidupan sehari-hari. Teknologi tersebut bahkan diungkapkannya, digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat.

Seperti dicontohkan Meutya, yakni pemanfaatan AI untuk pembelajaran, pekerjaan, layanan kesehatan, pelayanan publik, hingga pengambilan keputusan. Hal tersebut dikatakannya, harus diimbangi dengan kesiapan manusia dan institusi untuk memastikan AI digunakan bagi tujuan yang bermakna.

"Pertanyaannya bukan lagi semata-mata apa yang mampu dilakukan mesin, tetapi apakah manusia dan institusi siap mengarahkan AI menuju tujuan yang bermakna," ujarnya.

Untuk mewujudkannya, Menkomdigi menuturkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan berbagai regulasi pemanfaatan dan pengembangan AI. Seperti memperkuat tata kelola AI melalui persiapan National AI Roadmap 2026–2029 dan regulasi etika AI berbasis risiko.

"Pemerintah harus menyediakan arah dan perlindungan, sementara seluruh ekosistem harus memastikan AI tetap terhubung dengan nilai kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat. Masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh algoritma, kapasitas komputasi, atau besarnya investasi," ujar Menkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....