Jepang Kirim JS Kunisaki dan 350 Personel JSDF Bantu Karhutla Indonesia
- 09 Sep 2026 05:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jepang mengerahkan kapal JS Kunisaki, tiga helikopter CH-47, dan 350 personel JSDF untuk membantu penanganan Karhutla di Indonesia.
- Duta Besar RI Nurmala Kartini Sjahrir menegaskan bantuan militer Jepang merupakan bentuk nyata penguatan kerja sama pertahanan HADR.
- Pengerahan pasukan pemadam udara dilakukan berdasarkan kesepakatan Defense Cooperation Arrangement (DCA) yang ditandatangani 4 Mei 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Jepang menerjunkan kapal pertahanan JS Kunisaki bersama tiga helikopter CH-47 dan 350 personel Japan Self-Defense Forces (JSDF). Pengerahan armada darurat udara dilakukan untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia.
Ketiga helikopter milik JGSDF menjalankan misi pemboman air water bombing menggunakan alat penampung Bambi Bucket. Bantuan kemanusiaan diberikan berdasarkan kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) yang disepakati kedua negara.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir mengapresiasi dukungan soliditas militer pertahanan dari Pemerintah Jepang. “Dukungan Jepang dalam penanganan Karhutla di Indonesia menjadi cerminan bahwa hubungan pertahanan Indonesia-Jepang tidak hanya dibangun melalui dialog dan kerja sama kelembagaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata ketika dibutuhkan,” kata Kartini dalam keterangan pers resmi KBRI Tokyo kepada RRI.co.id , Selasa, 8 September 2026.
Kartini menilai operasi bersama penanganan darurat memperkuat sinergisitas teknis antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan jajaran JSDF. Koordinasi intensif ditingkatkan bersama Kementerian Pertahanan Jepang demi kelancaran pengiriman bantuan logistik di lapangan.
“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan penanganan Karhutla sekaligus meningkatkan kesiapan kedua negara dalam menghadapi bencana di masa datang,” ujar Kartini.
Pengiriman bantuan kemanusiaan menjadi wujud implementasi kesepakatan Defense Cooperation Arrangement (DCA) yang ditandatangani pada 4 Mei 2026. Pemerintah Jepang menetapkan keputusan pengerahan pada 28 Agustus 2026 setelah menerima permohonan resmi Indonesia.
Kapal perang JS Kunisaki bertolak membawa personel serta perlengkapan pendukung dari pelabuhan Jepang pada 30 Agustus 2026. KBRI Tokyo memantau secara berkala pergerakan armada laut menuju lokasi terdampak bencana Karhutla.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....