341 Ribu Penumpang Terdampak, Legislator Ini Minta Maskapai Beri Pelayanan Khusus

  • 08 Sep 2026 13:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh meminta maskapai penerbangan dan pengelola bandara meningkatkan pelayanan kepada penumpang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Pelayanan khusus diperlukan menyusul penundaan dan pembatalan penerbangan yang menyebabkan penumpukan penumpang di sejumlah bandara.
  • Rahmat menyampaikan hal itu dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna ke-5 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh, meminta maskapai penerbangan dan pengelola bandara meningkatkan pelayanan kepada penumpang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Pelayanan khusus diperlukan menyusul penundaan dan pembatalan penerbangan yang menyebabkan penumpukan penumpang di sejumlah bandara.

Rahmat menyampaikan hal itu dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna ke-5 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027. Kegiatan berlangsung di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Rahmat mengatakan gangguan penerbangan terjadi sejak 6 September hingga Selasa, 8 September 2026. Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 341 ribu penumpang di sejumlah bandara.

"Mulai dari tanggal 6 sampai tadi pagi terjadi delay dan juga pembatalan 1.941 penerbangan yang menyebabkan menumpuknya penumpang, sekitar 341.000 orang di bandara," ujar Rahmat. "Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari maskapai dan pengelola bandara," katanya.

Rahmat meminta maskapai, khususnya BUMN seperti Garuda Indonesia dan Pelita Air, memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang selama kondisi bencana. Pengelola bandara juga diminta memastikan kebutuhan dan kenyamanan penumpang tetap terpenuhi.

Menurut Rahmat, penumpukan akibat pembatalan dan keterlambatan penerbangan dapat memicu kondisi emosional di tengah masyarakat. Karena itu, pengelola bandara perlu menyiapkan perlakuan khusus serta langkah antisipasi untuk mencegah persoalan yang lebih besar.

"Kita minta pengelola bandara memastikan kondisi emosi pelanggan yang kurang stabil akibat kepadatan dan penumpukan," kata Rahmat. "Diharapkan ada perlakuan khusus, termasuk antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Rahmat menegaskan perusahaan BUMN di sektor penerbangan harus tetap mengedepankan profesionalisme dalam memberikan pelayanan. Kenyamanan dan keselamatan masyarakat, menurutnya, harus menjadi prioritas selama kondisi bencana.

"Ini harus bertindak profesional, kemudian memberikan kenyamanan dan memberikan perhatian sepenuhnya kepada masyarakat," tegas Rahmat. "Kondisi dalam suasana bencana ini jangan sampai menimbulkan kegaduhan, terutama di bandara-bandara yang ada," ujarnya.

Rahmat berharap maskapai dan pengelola bandara dapat memperkuat koordinasi selama gangguan penerbangan berlangsung. Pelayanan yang cepat dan responsif dinilai penting untuk membantu penumpang menghadapi dampak pembatalan dan keterlambatan penerbangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....