Bakom: Presiden Prabowo Buka Peluang Ekonomi Indonesia Lewat EEF ke-11 di Rusia
- 09 Sep 2026 02:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Rusia untuk membuka peluang investasi ekonomi nasional.
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan diplomasi luar negeri Indonesia konsisten berlandaskan prinsip bebas aktif.
- Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama bilateral perdagangan, pangan, dan energi bersama mitra internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok untuk membuka peluang investasi Indonesia. Pemerintah memanfaatkan ajang internasional tersebut guna memperkuat kerja sama perdagangan bilateral serta ketahanan ekonomi nasional.
Langkah diplomasi luar negeri tersebut berlandaskan pada prinsip bebas aktif yang berorientasi pada kepentingan nasional. Badan Komunikasi Pemerintah merilis informasi resmi mengenai agenda diplomasi Presiden Prabowo pada Senin, 7 September 2026.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari memberikan penjelasan langsung mengenai landasan hukum kebijakan politik luar negeri. Kebijakan diplomasi internasional diarahkan secara konsisten agar memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
"Berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, dalam menjalankan politik luar negeri, Indonesia menganut prinsip bebas aktif yang diabdikan untuk kepentingan nasional," kata Qodari.
Qodari menegaskan bahwa setiap kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri membawa misi ekonomi yang sangat strategis. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato utama sebagai tamu kehormatan bersama Presiden Vladimir Putin pada forum tersebut.
"Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa diplomasi ekonomi yang agresif dapat mendorong penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri dalam negeri. Rusia merupakan negara yang sangat strategis secara geopolitik serta memiliki ketersediaan sumber daya alam melimpah.
"Semakin besar peluang ekonomi yang dibuka melalui diplomasi, semakin besar pula potensi terciptanya investasi, lapangan kerja, penguatan industri nasional, serta ketahanan ekonomi Indonesia," ucapnya.
Qodari mengungkapkan bahwa Kepala Negara secara terbuka mengajak investor global menanamkan modal investasi di Indonesia. Pemerintah mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral apabila perjanjian pasar bebas Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku.
"Langkah tersebut merupakan bagian dari diplomasi Indonesia untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di dalam negeri," kata Qodari.
Ia menegaskan bahwa seluruh langkah diplomasi luar negeri bertujuan penuh untuk memberikan manfaat bagi rakyat. Presiden Prabowo Subianto juga mengajak pihak Rusia untuk memperkuat kolaborasi strategis sektor pangan dan energi.
"Bagi pemerintah, masyarakat Indonesia harus menjadi penerima manfaat utama dari setiap upaya diplomasi," ujar Qodari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....