Erupsi Anak Krakatau, Puan Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan Warga Terdampak

  • 08 Sep 2026 13:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat dan terpadu menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Puan menegaskan keselamatan dan perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
  • Puan meminta pemerintah pusat dan daerah memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat dan terpadu menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Puan menegaskan keselamatan dan perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.

Puan mengatakan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau telah memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat. “Pemerintah perlu bergerak cepat dan terpadu dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah memengaruhi kesehatan, pendidikan, transportasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Puan meminta pemerintah pusat dan daerah memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Koordinasi antarkementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dinilai penting agar penanganan dilakukan secara menyeluruh.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait juga harus memastikan setiap kebutuhan masyarakat terdampak dapat terfasilitasi,” ujar Puan.

Ia juga menyoroti dampak sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah diminta memastikan ketersediaan masker serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Puan menilai perlindungan kesehatan menjadi penting karena masyarakat yang terpapar abu vulkanik berisiko mengalami iritasi mata, batuk, hingga gangguan pernapasan. “Bencana memang tidak dapat dicegah, tetapi dampak yang disebabkan terhadap rakyat dapat diminimalisir dengan kehadiran Negara yang lebih cepat,” ucapnya.

Selain kesehatan, Puan meminta pemerintah memastikan warga di kawasan berisiko mendapatkan informasi dan perlindungan yang jelas. Masyarakat juga harus mengetahui langkah yang perlu dilakukan apabila kondisi Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan.

“Bagaimana warga di kawasan berisiko dapat segera mencapai tempat aman. Masyarakat terdampak memperoleh perlindungan kesehatan, penumpang memperoleh kepastian perjalanan, dan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan,” ujar Puan.

Puan juga mendorong pemerintah rutin menyampaikan perkembangan terkini mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat. Informasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mencegah masyarakat terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Dan tentunya edukasi dan sosialisasi dalam menghadapi bencana kegunungapian harus semakin ditingkatkan. Khususnya mengenai dampak kesehatan kepada masyarakat akibat sebara abu vulkanik,” katanya.

Puan mengatakan keberhasilan penanganan bencana tidak hanya dilihat dari kondisi gunung atau kembali normalnya aktivitas tertentu. Tetapi juga dari minimnya kerugian yang harus ditanggung masyarakat.

“Keberhasilan penanganan tidak cukup diukur dari menurunnya aktivitas gunung atau dibukanya kembali bandara. Tetapi dari seberapa kecil korban, kerugian, dan beban yang harus ditanggung rakyat,” ucap Puan.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi dari pemerintah serta kanal resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan untuk menghindari paparan abu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....