Bandara Soetta, Halim dan Husein Sastranegara Buka Kembali
- 08 Sep 2026 03:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penutupan operasional penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma berakhir
- Usai dua hari terdampak sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah beroperasi kembali
RRI.CO.ID, Tangerang - Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma dan Husein Sastranegara, Bandung dibuka kembali. Usai dua hari terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, ketiga bandara itu sudah beroperasi kembali.
"Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali melayani operasional penerbangan" ujar manajemen "InJourney Airport", pengelola bandara. Manajemen memberi tahu melalui keterangan tertulis, Selasa 8 September 2026 dini hari.
Pihak bandara mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan. Pengecekan diimbau merujuk pada sumber resmi.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Sebelum melakukan perjalanan dan untuk informasi kebandaraudaraan, silahkan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," kata dalam tulisan tersebut.
Dua bandara lain juga dinyatakan kembali beroperasi setelah ditutup karena terdampak abu vulkanik. Kedua bandara tersebut, yakni Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
"Kami informasikan bahwa tiga bandar udara terdampak telah kembali beroperasi dan kegiatan penerbangan dapat dilaksanakan kembali. Hal ini sesuai dengan kondisi operasional dan ketentuan yang berlaku," ucap keterangan resmi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi sebelumnya mengatakan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup. Penutupan dilakukan hingga Senin 7 September 2026, pukul 23.59 WIB.
Hasil paper test abu vulkanik sebenarnya dinyatakan negatif. "Paper test" adalah metode pengujian visual sederhana untuk mendeteksi ada tidaknya endapan abu vulkanik di permukan tanah.
Menteri Dudy sebelumnya menjelaskan pertimbangan memperpanjang penutupan Bandara Soekarno-Hatta . "Berdasarkan evaluasi yang kami lihat, kami memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara bandara," katanya kemarin.
Tujuh bandara itu ditutup sampai dengan Senn 7 September 2026 pukul 23.59 WIB. "Penutupan ini relatif lebih pendek dari penutupan yang sebelumnya," ujar Dudy.
Dudy mengatakan berdasarkan informasi BMKG, saat ini arah angin terlihat ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot. Dia menyebutkan bandara di sekitar Gunung Anak Krakatau dapat dibuka jika arah angin abu vulkanik telah bergeser menjauh.
Apabila arah angin bergeser lebih menjauhi dari bandara-bandara yang sekitaran Gunung Anak Krakatau, maka pemerintah mempertimbangkan membuka kembali. "Jadi, mohon doanya semoga arah angin dan juga kecepatan bisa memperbaiki situasi, ya," kata Menteri Perhubungan kemarin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....