Penerbangan Terdampak Erupsi, KCIC dan KAI Siapkan Layanan Kereta Alternatif

  • 07 Sep 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KCIC dan KAI menyiapkan layanan transportasi alternatif untuk mengatasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.
  • Kereta api Whoosh tetap beroperasi normal dengan menjalankan 62 perjalanan pada Senin, 7 September 2026, dengan volume penumpang stabil.
  • Transportasi alternatif disiapkan khusus untuk membantu mobilitas masyarakat menuju Jakarta pasca-gangguan penerbangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - KCIC dan KAI menyiapkan transportasi alternatif setelah erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu sejumlah penerbangan. Layanan kereta api disiapkan untuk membantu mobilitas masyarakat menuju Jakarta.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan Whoosh tetap beroperasi normal. Hari ini, Senin, 7 September 2026, KCIC menjalankan 62 perjalanan dengan volume penumpang yang masih terpantau stabil.

“Jadi untuk hari ini sendiri, kita beroperasi sebanyak 62 perjalanan. Dan kalau kita melihat saat ini, kondisi volume penumpang juga terpantau masih normal,” ujar Eva saat berbincang bersama PRO 3 RRI, Senin, 7 September 2026.

Eva juga menyebut tidak ada penyesuaian jadwal khusus. Menurutnya, Whoosh memang sudah beroperasi tiap 25 sampai 30 menit.

“Kalau penyesuaian jadwal tidak kita lakukan karena Whoosh sudah tersedia operasionalnya setiap 30 menit sekali. Jadi headway antar keretanya ini cukup dekat setiap 25 sampai dengan 30 menit,” kata Eva.

Meski demikian, penumpang dari Bandara Kertajati bisa memakai layanan penghubung ke stasiun Whoosh terdekat. Tegalluar dan Padalarang juga bisa menjadi pilihan untuk lanjut ke Jakarta.

Eva mengatakan belum ada permintaan khusus dari maskapai atau pengelola bandara. Namun, KCIC siap mengakomodasi pemesanan rombongan jika terdapat koordinasi lanjutan dengan pihak terkait.

Di sisi lain, KAI Daop 6 Yogyakarta menambah satu kereta relasi Yogyakarta-Gambir. Kereta tambahan itu dijadwalkan berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 18.20 WIB.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida, mengatakan penyesuaian dilakukan mengikuti kondisi bandara. Sebelumnya, KAI juga sempat mengoperasikan dua kereta tambahan pada 6 September.

"Hari ini, kita hanya menjalankan satu kereta api tambahan relasi Yogyakarta-Gambir. Karena kita juga sambil memantau situasi terkini dan perkembangan dari kondisi stasiun Bandara Soekarno-Hattanya sendiri,” ucap Feni.

Feni menyebut jumlah pelanggan kereta naik 12,5 persen. Angkanya meningkat dari rata-rata 45 ribu menjadi sekitar 51 ribu pelanggan.

Kereta tambahan Yogyakarta-Gambir memiliki kapasitas 350 kursi. Hingga Senin siang, sekitar 175 kursi atau 50 persen sudah terjual.

KAI juga tidak memberikan perlakuan khusus bagi penumpang yang sebelumnya memiliki tiket pesawat terdampak oleh penutupan sementara bandara. Seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama agar bisa mendapat layanan transportasi kereta api yang baik.

KCIC dan KAI masih memantau kondisi abu vulkanik dan situasi bandara. Masyarakat diimbau memakai masker, mengecek jadwal, dan datang lebih awal ke stasiun untuk mengantisipasi munculnya kepadatan. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....