Polri Gerak Cepat Kirim 4000 Liter Formula X-Fire Dukung Pemadaman Karhutla Sumsel
- 07 Sep 2026 19:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 200 jerigen diangkut menggunakan dua truk dari Gudang Slog Polri menuju Polda Sumatera Selatan.
- X-Fire digunakan bersama metode penyiraman spiral untuk mengoptimalkan pemadaman, terutama pada kawasan lahan gambut.
- Polri mengirimkan 4.000 liter formula X-Fire untuk membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Polri mengirimkan 4.000 liter formula X-Fire untuk mendukung penanganan karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel). Dukungan tersebut difokuskan membantu pemadaman api, khususnya pada kawasan lahan gambut.
Pengiriman dilakukan Slog Polri menggunakan dua truk dari Gudang Slog Polri, Minggu, 6 September 2026. Sebanyak 200 jerigen berkapasitas 20 liter dibawa menuju Polda Sumatera Selatan.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan dukungan tersebut memperkuat penanganan karhutla di wilayah. Formula tersebut digunakan membantu pemadaman pada lahan gambut yang memerlukan penanganan cepat.
“Polri terus memperkuat dukungan terhadap jajaran di wilayah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dengan mengirimkan dukungan formula pemadam X-Fire,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Trunoyudo mengatakan setiap truk mengangkut 100 jerigen formula X-Fire dengan total muatan mencapai 2.000 liter. Dengan dua kendaraan tersebut, keseluruhan formula yang dikirim mencapai 4.000 liter.
“Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla. Sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” katanya.
Formula X-Fire sebelumnya juga telah digunakan untuk membantu proses pemadaman karhutla di Sumatera Selatan. Penggunaannya diharapkan mengoptimalkan kebutuhan air ketika petugas bekerja pada medan yang sulit dijangkau.
Setiap 1.000 liter campuran menggunakan komposisi 200 liter formula X-Fire dan 800 liter air. Campuran tersebut kemudian digunakan petugas untuk membantu mempercepat pengendalian api di lokasi kebakaran.
Selain formula X-Fire, petugas juga menerapkan teknik penyiraman spiral dalam menangani kebakaran pada lahan gambut. Penyiraman dilakukan bertahap dari sisi luar kawasan terbakar menuju titik api utama.
Metode tersebut digunakan untuk membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan area terbakar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penanganan sesuai karakteristik kebakaran lahan gambut.
“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara kesiapan personel, dukungan peralatan, metode pemadaman tepat, serta kecepatan merespons titik api. Polri memastikan dukungan tersebut terus diperkuat agar penanganan di lapangan berjalan optimal,” ucapnya.
Trunoyudo menegaskan penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman setelah kebakaran terjadi. Polri juga memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, serta deteksi dini untuk menekan perluasan kebakaran.
Langkah tersebut turut disertai penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diajak berperan bersama dalam mencegah munculnya kebakaran baru.
“Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....