Indonesia Akan Kedatangan Kapal Induk dari Italia untuk Penanganan Karhutla

  • 07 Sep 2026 15:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rapat penenanganan bencana diikuti kepala daerah dan stake holder terkait
  • Kapal induk dari Italia akan angkut 10 helikopter untuk penanganan karhutla
  • Presiden Prabowo Subianto meminta BRIN mengkaji teknologi drone yang mampu membawa air untuk penanganan karhutla

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia akan kedatangan kapal induk dari Italia yang mampu mengangkut 10 helikopter kelas menengah dan drone. Presiden Prabowo Subianto mengatakan kapal induk itu diperlukan untuk memperkuat penanganan bencana di Tanah Air.

“Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita,” ujarnya di Istana Merdeka Jakarta, Senin 7 September 2026. “Kami akan refurbish, diubah menjadi kapal induk helikopter dan drone.”

Hal tersebut diungkapkan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual bersama kepala daerah. Ratas membahas penanganan bencana di berbagai daerah di Tanah Air.

Misalnya gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tak ketinggalan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatra.

Presiden mengatakan kapal induk tersebut dapat mengangkut helikopter jenis Black Hawk dan Mi-17 yang dapat mengangkut empat-lima ton air. Helikopter tersebut diharapkan mampu memadamkan titik api karhutla di berbagai wilayah negeri ini.

“Jadi kalau kita punya 10 helikopter, bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak,” katanya. “Ini juga akan sangat membantu respons kita untuk menangani karhutla.”

Presiden menginginkan Indonesia memiliki drone yang mampu membawa air dengan kapasitas besar untuk memadamkan karhutla. Menurut Kepala Negara, jika ada 10 drone maka ada 500 ton air yang dapat digunakan untuk pemadaman karhutla.

Kepala Negara juga meminta Badan Riset dan Inovasi (BRIN) membuat inovasi termasuk drone yang mampu membawa dan menyiram air dari udara. Presiden meminta BRIN mengkaji zat-zat yang paling efisien untuk percepat modifikasi cuaca.

Kepala Negara mengingatkan mitigasi harus dipersiapkan sebelum terjadi bencana. Apalagi Indonesia merupakan negara rawan bencana karena berada di lingkaran Cincin Api atau The Ring of Fire.

"Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi itu jangan menunggu kejadian,” ujarnya. “Jauh sebelumnya kita siapkan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....